Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur Jakarta membuat sejumlah jalan tergenang. Lalu lintas seketika semrawut menambah kemacetan yang merajalela setiap Senin.
Berdasarkan pantauan kemarin, genangan melanda kawasan Jalan Kembang Abadi RW 08, Puri Indah, Jakarta Barat, dengan ketinggian 10-30 cm, Jl Kembangan Raya depan Kompleks Taman Permata Buana setinggi 10-15 cm, dan Jl Kartika (terowongan bawah Tol JORR) setinggi 30-40 cm.
Di Jl Ratu Melati 1 RW 13 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ketinggian air sekitar 50 cm, Jl Patra mencapai 100 cm, serta kawasan perumahan Green Garden setinggi 40 cm.
Selain genangan di mana-mana, pohon tumbang di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, menyebabkan lalu lintas lumpuh.
Pohon yang melintang di jalan membuat arus lalu lintas menuju Veteran dan Rempoa maupun Kebayoran Lama tertutup.
Hujan juga menimbulkan gangguan perjalanan kereta rel listrik (KRL) jalur Tanah Abang arah Serpong, Maja, dan Rangkasbitung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Jupan Royter mengatakan pihaknya bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) terus menangani genangan.
"Kami juga mengerahkan pihak Kelurahan mengerahkan petugas PPSU untuk menangani genangan. Kami terus berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) melalui Pusat Data dan Informasi Kebencanaan dan Call Center Jakarta Siaga 112 untuk memantau genangan," tutur Jupan.
Hujan tidak begitu lama tapi sudah menimbulkan genang-an menyentak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Pimpinan SKPD dalam rapat pimpinan di Balai Kota DKI, kemarin, terkesan ingin mendapatkan jawaban dari mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut terkait dengan penanganan banjir.
Pasalnya, Anies punya kontrak politik dengan konstituen bahwa dirinya tidak akan menggusur permukiman warga jika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.
Anies berjanji bakal lebih persuasif terhadap warga yang melanggar peruntukan lahan.
Saat debat kandidat, dia juga memastikan takkan melanjutkan kebijakan penggusuran untuk menertibkan kawasan sungai dan permukiman kumuh di Jakarta.
Sekarang Anies sudah memimpin Ibu Kota.
Warga tentu akan menagih janjinya jika membangun infrastruktur mengatasi banjir dengan menggusur rumah warga.
Penyempitan kali
Anies sepertinya mengetahui apa yang ada dalam pikiran pimpinan SKPD.
Dengan tegas ia mengatakan akan menertibkan bangunan yang menghambat normalisasi kali di Jakarta.
Sesuai dengan laporan yang diterimanya, Anies menyatakan telah terjadi penyempitan Kali Ciliwung di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
Lebar kali yang semula 10 meter telah menyusut menjadi 2 meter. Di atas lahan bekas kali itu sudah berdiri permukiman.
"Sudah jelas berpotensi banjir. Itu wilayah sekitar selatan Pejaten. Itu hampir semuanya (jadi) permukiman warga."
Anies telah menanyakan status permukiman itu ke Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi.
"Saya tanyakan, apakah permukiman warga yang memakan aliran sungai itu memiliki IMB? Apakah diba-ngun sesuai aturan atau tidak, kenapa selama ini enggak di-awasi, dia (Tri Kurniadi) belum bisa memastikan," cetusnya.
Anies mengungkapkan Pemprov DKI akan memiliki masalah baru bila bangunan warga berdiri di tempat yang bukan seharusnya.
Itulah sebabnya ia menyesali mengapa pejabat wilayah tidak bertindak cepat.
"Sebab setelah (bangunan liar) muncul, ini lebih rumit. Apa yang dikerjakan (pejabat)? Kenapa membiarkan? Jelas-jelas di wilayah itu enggak boleh ada bangunan. Kalau melanggar, harus ditertibkan dong," tandas Anies yang mengkhawatirkan penyempitan aliran sungai akan berdampak banjir di Ibu Kota.
Soal akan dikemanakan penghuni yang rumahnya berada di atas kali, Anies tidak menjelaskan apakah direlokasi atau tinggal di rumah lapis (susun).
Dalam waktu dekat ia akan menggelar rapat pimpinan terbatas khusus membahas normalisasi sungai.
Intinya, ia akan mencari solusi untuk setiap wilayah kota yang saat ini mengalami kendala normalisasi sungai.
"Kami akan buatkan solusi di tiap-tiap wilayah yang hari ini mengalami kendala dalam menormalisasi sungai," ujarnya. (J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved