Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Trotoar Jakarta Dijanjikan untuk Membahagiakan Warga

11/11/2017 13:00
Trotoar Jakarta Dijanjikan untuk Membahagiakan Warga
(ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA)

KEPALA Dinas Bina Marga Yusmada Faisal meluruskan berbagai informasi yang simpang siur seputar pemanfaatan trotoar di Ibu Kota.

Konsep masih dalam penggodokan, belum final, intinya trotoar Jakarta difungsikan untuk bisa dinikmati warga.

"Jadi trotoar dikembangkan bukan sekadar untuk jalanan motor, jalanan kaki, tapi sebagai place area yang menyenangkan dan membahagiakan warga," papar Yusmada di Monas, Jakarta Pusat, kemarin.

Yusmada mengungkapkan itu menyusul informasi macam-macam bahwa trotoar boleh dilewati sepeda motor, menjadi ruang budaya, dan segala macam.

Maksud Yumada sebenarnya sepanjang masih ada ruang di trotoar, kenapa tidak dibuat juga food stall, tempat beli voucer MRT (moda raya terpadu), tempat ngaso minuman atau titip sepeda.

"Namun, pejalan kaki tetap bisa lewat," ujar Yusmada.

Kendati memperbanyak utilitas, bukan berarti DKI membuka pintu bagi PKL baru.

DKI akan mengedepankan kegiatan-kegiatan kebudayaan untuk mengisi trotoar di jalan protokol Ibu Kota.

"Trotoar bisa diisi macam-macam seperti street furniture seperti lampu, pohon, selter, dan tempat duduk. Yang paling penting ditata," imbuhnya.

Membahas trotoar di Tanah Abang yang dipenuhi PKL, Ketua Koalisi Pejalan Kaki Ahmad Safrudin alias Puput menyarankan Pemprov DKI segera bertemu warga Tanah Abang, perwakilan PKL, sopir Kopaja, Metromini, Mikrolet, taksi, ojek pangkalan dan daring, maupun pedagang.

Pemprov berkewajiban memfasilitasi pertemuan demi hak-hak pengguna jalan.

Solusi-solusi yang ada, kata Puput, harus berdasarkan kajian dari urban planner yang mumpuni.

"Nanti setelah didesain dan diimplementasi, jangan menyimpang. Urban planner, misalnya, merancang penataan kota untuk 20 tahun. Lakukan dengan konsisten maka akan terlihat hasilnya," tandas Puput.

"Wisata malam di Shanghai disulap menjadi bertingkat lima hingga delapan lantai. Di gang-gangnya ditata menjadi lapak-lapak yang bisa digunakan PKL. Tapi di sana dihitung berapa lapak yang bisa menampung PKL. Kalau sudah pas, pedagang baru dialihkan ke tempat lain," jelas Puput. (Aya/Mtvn/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya