Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
GELIAT penyalahgunaan narkoba di kawasan Berland, Matraman, Jakarta Timur, kembali tercium.
Polres Metro Jakarta Timur sejak dua hari kemarin (Sabtu-Minggu) menggerebek empat rumah yang kerap dijadikan tempat transaksi dan pesta narkoba di sana.
Hasilnya, 18 orang ditangkap, 3 orang terbukti sebagai bandar narkoba, 12 orang lainnya positif narkoba.
"Tiga pelaku sudah naik penyidikan, 12 yang positif rencananya kami akan rehabilitasi, dan sisanya kami pulangkan," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo, kemarin.
Polisi juga menyita beberapa paket sabu, alat isap, dan senjata tajam.
Empat rumah yang terletak di Jalan Ksatrian, kompleks Berland, itu memang sering dikunjungi orang di luar warga kompleks Berland.
"Yang datang anak-anak muda. Satu sampai 2 jam di dalam. Mereka beli dan pakai (narkoba) di sana biasanya," kata Heryadi, 36, warga sekitar.
Kawasan Berland, awal Januari 2016 lalu juga ramai diperbincangkan.
Ada bandar besar, yang biasa disapa Mami Yola, ditangkap Polres Metro Jakarta Timur.
Dia disebut-sebut memiliki jaringan kuat di kawasan Berland.
Mami Yola bahkan dikabarkan telah bebas dari hukuman penjara sejak awal 2017 dan menghidupkan kembali bisnis narkoba di sana.
"Tersangka yang ditangkap penggerebekan kemarin masih satu jaringan sama dia (Mami Yola)," kata seorang sumber di Satnarkoba Polres Jaktim.
Media Indonesia mencoba menyambangi rumah Mami Yola yang pada Januari 2016 digerebek jajaran Kepolisian Sektor Senen, Jakarta Pusat.
Saat itu, dalam penggerebekan untuk menangkap Mami Yola, satu polisi dan seorang informan tewas.
Kini, rumah itu tertutup rapat, tak ada satu pun yang bisa dimintai keterangan.
Di dekat area rumah Mami Yola masih terdapat kandang kuda.
Di sana mereka menyebutnya dengan rumah surga untuk 'pasien' Mami Yola.
Mereka yang membeli narkoba bisa langsung memakainya di sana.
Namun, tempat itu sudah tidak lagi digunakan pascapenggerebekan pada 2016. Kandang kuda itu kini kosong.
Pemain lama
Sejak 2005, Mami Yola sempat menghilang dari peredaran bisnis haram tersebut.
Mami Yola kembali menjalani binis narkoba dan membuka lapak baru di gang sempit Jalan Slamet Riyadi, lokasi penggerebakan pada 2016.
Yan, 41, warga Berland lainnya, menyatakan ada aturan main yang biasa dilakukan pengguna narkoba di sana, baik yang akan bertransaksi untuk dibawa pulang/keluar Berland maupun yang mengonsumsi narkoba di empat rumah yang jaraknya berdekatan itu.
Biasanya pengunjung datang menggunakan sepeda motor dan di parkirkan jauh dari rumah tersebut.
Mereka kemudian berjalan kaki ataupun naik ojek untuk menuju salah satu dari empat rumah tersebut.
"Untuk menghindari pantauan polisi, mereka datang juga tidak bergerombol," ujarnya
Warga sekitar mengakui memang mengetahui adanya transaksi narkoba di kampung mereka.
Namun, warga cenderung takut jika melaporkan ke pihak yang berwajib.
Mereka mencari aman dengan mendiamkan saja perbuatan tersebut.
"Takut, Mas. Mereka kalau kami lihatin saja balik melototin kami. Warga jadi tak acuh, nyawa keluarga kami juga taruhan," ungkap seorang warga.
Nama Berland sudah tak asing lagi di telinga. Banyak yang mendengar bahwa kampung itu menjadi salah satu tempat transaksi narkoba. (Mal/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved