Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
"Assalamualaikum, selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua," ucap Ikeishia Irenea Erlan di hadapan ratusan aparatur Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, kemarin.
Siswi kelas VIII SMP Negeri I Kota Bekasi itu didapuk menjadi Wali Kota Bekasi untuk memimpin apel pagi.
Seusai mengucapkan salam, gadis mungil berbaju putih dengan rok hitam itu membacakan naskah yang disediakan khusus untuk dibacakan saat apel pagi.
Sesekali, Ikeishia menarik napas untuk menghilangkan grogi. Apalagi, ia membacakan teks kata pengantar apel tepat berada di samping Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.
"Grogi banget, padahal itu hanya baca teks, enggak tahu bagaimana bisa Pak Wali Kota berceramah panjang lebar tiap Senin pagi," kata dia.
Ikeishia merupakan satu dari lima peserta kegiatan Sehari Menjadi Wali Kota yang diselenggarakan Lembaga Perlindungan Anak Kota Bekasi.
Bersama lima temannya, ia merasakan bagaimana manjadi wali kota.
Satu hari penuh mereka mengikuti rangkaian kegiatan wali kota.
Sejak pukul 05.30 WIB, Ikeishia sudah di rumah dinas Wali Kota Bekasi di daerah Pekayon, Bekasi Selatan.
Setelah itu, mereka berangkat bersama wali kota menuju Plaza Pemkot Bekasi untuk melakukan apel pagi. Sederet rangkaian kegiatan sudah menantinya.
"Saya juga belum tahu sih ini acaranya apa saja, yang penting satu hari ini harus bersama wali kota, merasakan bagaimana jadi dia," kata dia.
Raditya Chavvah, salah satu peserta lainnya dari SMA Negeri V Kota Bekasi, mengaku heran dengan rangkaian kegiatan wali kota.
Ia yang belum 1 jam duduk beristrirahat di kendaraan dinas langsung bergegas turun mengikuti wali kota untuk mengecek sejumlah kegiatan.
Pengecekan detail program hingga progres pembangunan pun Ia sisir satu per satu, dari pengerjaan polder atau kolam retensi Bojong Menteng hingga pembangunan jalan inspeksi Pangeran Jayakarta.
Setelah itu menghadiri berbagai undangan peresmian dari pihak ketiga. Belum lagi, acara di luar kerja resmi wali kota, seperti menjadi saksi nikah dari seorang warga Bantar Gebang.
"Memang terlihat sepele menjadi saksi nikah warga. Namun, itulah yang menunjukan kedekatan kepala daerah dengan warga," kata Radit.
Menurut Radit, kegiatan wali kota sangat padat.
Belum sampai waktunya jam makan siang, Radit sudah kelelahan.
"Capek juga jadi wali kota," imbuh dia.
Radit mengaku baru mengerti kerja pemerintah tak segampang yang dibayangkan. Apalagi membuat program pembangunan atau mencari solusi permasalahan kota yang ada.
Selama ini, Radit sering kali mengumpat bila terjebak macet di Kota Bekasi, atau melihat banjir di suatu kawasan permukiman.
Ia merasa pemerintah abai akan hal-hal seperti itu.
"Ternyata tidak segampang yang dibayangkan, saya pikir jadi wali kota itu enak-enak saja, diantar ke mana-mana, gajinya gede, rupanya kerjanya banyak juga," ujarnya. (Gana Buana/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved