Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kini 50% Neraka sudah Hilang

Gana Buana
06/11/2017 08:21
Kini 50% Neraka sudah Hilang
(Presiden Joko Widodo (keempat kiri) saat peresmian Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi 1B dan 1C, Jakarta, Jumat (3/11)---ANTARA/Rosa Panggabean)

KISAH mangkraknya pengerjaan ruas Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) nyaris seusia Fitriyandi, warga kompleks Antara, Bekasi Barat, yang kini berusia 28 tahun. Sejak ia kecil, kesehariannya sudah lekat dengan tiang-tiang penyangga tol layang tersebut yang sudah berdiri sejak 1996.

“Bayangkan, mangkrak selama 21 tahun! Tapi sekarang saya bersyukur, akhirnya saya benar-benar bisa merasakan bagaimana rasanya naik tol layang ini. Selama ini hingga dewasa, saya hanya menyaksikan pilar-pilar beton berdiri tanpa manfaat,” ucapnya.

Fitri pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan pertama untuk menjajal tol layang tersebut. Begitu tol dibuka untuk umum pada Sabtu (4/11), ia langsung mengeluarkan mobilnya.

“Sengaja saya lewat Tol Becakayu, menghindari macet di Jalan KH Noer Ali-Jalan Raya Kalimalang,” ungkap Fitri. Ia masuk di gerbang masuk (ramp on) Jakasampurna, Bekasi Barat.

Tiap harinya, ruas Jalan KH Noer Ali-Jalan Raya Kali Malang selalu padat, sekali pun di hari libur, apalagi ketika jam sibuk (berangkat kerja sekitar pukul 06.00 WIB-09.00 WIB) dan jam pulang kerja (15.30-19.00). Beberapa persimpangan yang ada di sepanjang Cipinang Melayu-Jakasampurna sudah seperti neraka karena kendaraan nyaris tak bergerak selama berjam-jam.

Meski tol belum rampung 100%, ia mensyukuri keberadaan tol yang baru selesai sepenggal itu. “Kalau baru rampung 50%, setidaknya 50% neraka sudah hilang,” kelakarnya.

Dari total panjang 23,8 kilometer yang membentang dari Jakarta Timur sampai Kota Bekasi, ruas Tol Becakayu yang rampung baru 8,4 kilometer, dari Cipinang Melayu di Jakarta Timur hingga Jakasampurna di Bekasi Barat.

Namun, jarak yang tak begitu jauh baginya sudah seperti oasis atas kejenuhannya menghadapi kemacetan setiap hari.

Firdaus, 33, warga Pondok Mitra Lestari, Bekasi Selatan, mewanti-wanti petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi dan Satlantas Polres Metro Kota Bekasi untuk mengantisipasi penumpukan volume kendaraan di pintu-pintu keluar (ramp off) Tol Layang Becakayu. Ia khawatir, titik-titik itu akan menjadi titik kemacetan baru.

“Yang perlu diwaspadai ramp off-nya, akan ada penumpukan di sana,” kata Firdaus.

Kepala Satlantas Polres Metro Kota Bekasi Ajun Komisiaris Besar I Nengah Adi Putra mengungkapkan, sejak jauh-jauh hari pihaknya sudah menganalisis titik-titik potensial kemacetan yang menjadi imbas dari pengoperasian Tol Becakayu. Titik-titik ramp off memang rawan jadi sarang kemacetan.

Untuk itu, ia akan memberlakukan pengalihan arus lalu lintas dari arah Bekasi-Jakarta di jalur sisi selatan Kali Malang. Tujuannya ialah agar di ramp off di Sumber Arta tidak ada penumpukan kendaraan. (J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya