Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

PKL bukan Penyebab Macet di Tanah Abang

04/11/2017 12:30
PKL bukan Penyebab Macet di Tanah Abang
(ANTARA/APRILLIO AKBAR)

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut penyebab kemacetan di kawasan Tanah Abang bukan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Penyebab utamanya ialah pembangunan proyek di kawasan tersebut.

"Hasil analisis data, ternyata penyebab kemacetan di Tanah Abang lebih karena pembangunan jalan dan parkir liar. Jadi PKL bukan utama (penyebab macet)," kata Sandi di Balai Kota, kemarin.

Ketika ditanya pembangunan jalan mana yang dimaksud, Sandi menyebutkan hasil analisis data dari smart city.

Saat ini memang sedang berlangsung pembangunan 10 proyek dalam upaya mengatasi kemacetan di Ibu Kota.

Dampak pembangunan itu membuat ruas jalan menyempit sehingga terjadi kemacetan parah di sejumlah titik.

Ke-10 proyek dimaksud meliputi Fly over Pancoran, Fly Over Cipinang-Lontar, Fly Over Bintaro, terowongan Mampang-Kuningan, terowongan Kartini, dan terowongan Matraman.

Lima lainnya, light rapid transit (LRT) Cawang-Dukuh Atas, LRT Velodrome-Kelapa Gading, pembangunan ruas tol dalam kota koridor Sunter-Pulogebang, pembangunan Tol Depok-Antasari, dan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).

Semua proyek jauh dari Tanah Abang.

Saat lari pagi melewati kawasan Tanah Abang menuju Balai Kota DKI, kemarin, Sandi mengaku sudah berbicara dengan PKL Tanah Abang.

"Mereka mencari nafkah dan bersedia ditata. Mereka bersedia diajak sebagai bagian penataan Tanah Abang," tukasnya.

Rencana ke depan, lanjutnya, Pemprov DKI akan merekayasa ulang alur pembeli, mendirikan parkir, serta merekayasa lalu lintas.

Seperti apa konsepnya, Sandi belum bersedia mengungkapkan karena grand desain-nya belum rampung.

"Data kita masih kurang. Kita tidak ingin penataan ini kecil, tapi Tanah Abang ini akan jadi pusat perdagangan di Asia Tenggara," paparnya.

Sandi berencana menggodok dulu secara akademis dengan melibatkan pakar transportasi dan tata ruang kota.

Ketika berlari di kawasan Tanah Abang, Sandi sempat terhenyak karena dibentak tukang ojek.

Maksudnya baik dengan memperingatkan agar tukang ojek pangkalan itu tidak melawan arus.

"Malah dia mengeluarkan kata-kata, apa nih kata-kata ini? Artiin sendiri, deh, bukan kurang sopan, (tetapi) itu penghinaan (kepada) kepala negara," tegasnya menggebu-gebu sampai salah menyebutkan kepala negara yang semestinya pejabat negara. (Aya/Mtvn/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya