Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kampung Akuarium Dihidupkan Lagi

03/11/2017 10:17
Kampung Akuarium Dihidupkan Lagi
(ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA)

GUBERNUR DKI Jakarta A­nies Baswedan membentuk tim kecil bersama dengan perwakilan dari 16 kampung yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) di Jakarta untuk menata ulang Kampung Akuarium. Secara administratif kampung ini akan kembali masuk ke wilayah Jakarta Utara.

Tim itu akan menyusun jadwal penataan di Kampung Akuarium, termasuk konsep penataannya. Sementara itu, konsep disusun, Pemprov DKI akan membangunkan selter sementara bagi warga. Rencananya, mereka akan bertemu pada hari ini (Jumat).

“Kita ada konsep pengembangan, selter ini ada untuk menampung sementara sehingga mereka yang menetap di situ, tidak tinggal di dalam tempat yang tidak sehat. Jadi, tujuannya tidak menjadikan selter permanen, ini temporer sampai kita bangun,” kata Anies di Balai Kota, kemarin.

Dalam penataan Kampung Akuarium, selain mengakomodasi keinginan warga untuk kembali menetap di rumah mereka dulu, Anies menginginkan penataan Kampung Akuarium yang ditujukan untuk wisata.

“Kita ingin Kampung Akuari­um sampai Sunda Kelapa itu ada satu garis yang ditargetkan untuk wisata,” ujarnya.

Anies menyebut dalam kurun waktu 1,5 tahun belakangan ini, ada lebih dari 20 orang yang meninggal karena tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Mereka orang-orang yang berkukuh kembali menetap di atas lokasi gusuran di Kampung Akuarium. Mereka tinggal di bedeng yang mereka bangun sediri.

“Selternya mudah-mudahan bisa cepat. Ini lagi dihitung konstruksinya karena dibutuhkan sekitar 200 rumah,” ujar Anies.

Anies berjanji mengembalikan Kampung Akuarium dan Kampung Kunir menjadi wilayah administrasi di DKI Jakarta. Artinya, RT/RW yang sebelumnya dihilangkan dari sana akan segera diaktifkan kembali. Warga di kedua lokasi tersebut akan kembali diakui secara kependudukan.

Salah satu eks warga Kampung Akuarium, Darmadiani, kini kembali tinggal di lokasi gusuran dengan membangun bedeng. Ia mengaku gembira dengan penataan yang akan dilakukan gubernur baru. Tugas pemerintah menata kampung yang kumuh menjadi bersih dan manusiawi, bukan memindahkannya dan mencabut akar ekonomi sehari-hari warga di sana.

Sejak awal relokasi, Darmadiani menolak pindah ke rusunawa dengan alasan lokasi yang jauh dan tidak ada tempat usaha. “Kami menginginkan penataan Kampung Akuarium berupa pembangunan kampung susun. “Rusun bukan solusi buat kami. Mudah-mudahan selter ini segera dibangun secepatnya,” katanya. (Nic/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya