Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan akan memanggil kontraktor 10 proyek pembangunan infrastruktur di Jakarta karena diduga tidak memiliki kajian analisis mengenai dampak lingkungan lalu lintas (amdal lalin).
Penanggung jawab 10 proyek diminta segera menuntaskan amdal lalin untuk diserahkan ke Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI serta Polda Metro Jaya.
Anies mengetahui 10 proyek tidak punya amdal lalin ketika rapat koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, kemarin. “Hal mengemuka dalam pertemuan ialah amdal lalin. Nanti kami periksa semuanya, kami evaluasi, kami cek, sebab (proyek) sudah jalan,” papar Anies, kemarin.
Ke-10 proyek dimaksud meliputi flyover Pancoran, flyover Cipinang-Lontar, flyover Bintaro, terowongan Mampang- Kuningan, terowongan Kartini, terowongan Matraman, light rapid transit (LRT) Cawang-Dukuh Atas, LRT Velodrome-Kelapa Gading, pembangunan ruas tol dalam kota koridor Sunter-Pulogebang, pembangunan Tol Depok-Antasari, dan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).
Anies mengeluhkan tidak adanya amdal lalin berdampak pada kemacetan parah di titik-titik pembangunan dan merumitkan petugas kepolisian mengatur arus lalu lintas. Dia akan mengecek alasan ke-10 proyek yang sudah berjalan itu tidak punya amdal lalin.
“Ini tidak bisa ditoleransi. Sudah ditugasi sekda untuk memanggil semua penyelenggara konstruksi agar segera menuntaskan amdal lalin. Dengan begitu, jalan yang terkena proyek punya alternatif tepat sehingga tidak menimbulkan masalah,” papar Anies.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra yang menyampaikan masalah amdal lalin itu kepada Anies Baswedan menyatakan pembangunan proyek infrastruktur tanpa pengkajian amdal lalin akan menimbulkan permasalahan berat lalu lintas. “Seharusnya sebelum IMB keluar, harus ada amdal lalin,” cetusnya.
Macet hingga malam
Dalam pemantauan di lapangan, terowongan di Jalan RA Kartini Lebak Bulus, Jakarta Selatan, misalnya, dikeluhkan karena menimbulkan kemacetan hingga tengah malam. Penyebabnya pengerukan terowongan cukup dalam depan Swiss BelHotel Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Kemacetan panjang terjadi di Jalan Metro Pondok Indah ke arah Lebak Bulus lantaran jalan tersisa hanya untuk satu kendaraan. Jalan alternatif melalui Taman Duta 1 tembus Jalan RA Kartini tidak membantu karena akses sempit dan volume kendaraan tinggi. “Pukul 01.00 dini hari saja masih macet. Enggak ada matinye,” kata Candra, 26, pengendara mobil.
Kepala Bidang Simpang dan Jalan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan enam dari 10 proyek merupakan pembangunan simpang tak sebidang. Pihaknya telah membuat amdal lalin dan Dishubtrans DKI telah mengordinasikan dengan Dirlantas Polda Metro Jaya.
Enam simpang tak sebidang tersebut terdiri dari tiga flyover di Pancoran, Cipinang Lontar, dan Bintaro. Tiga lainnya ialah terowongan di Kartini, Mampang Kuningan, serta Matraman.
“Amdal kegiatan tersebut sudah meliputi pengaturan lalu lintas. Masalah amdal lalin itu selalu dibahas melalui rapat-rapat di polda. Jadi, kami selalu berkoordinasi dengan kepolisian dan Dishub,” tegas Heru. (Mal/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved