Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWASAN Jati Padang RT 11/06, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi tantangan pertama bagi Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno untuk membuktikan keandalan program dalam mengatasi banjir.
Dataran lahan permukiman warga di Jati Padang tergolong rendah sehingga masuk salah satu daftar langganan banjir di Ibu Kota setiap musim hujan. Tanggul yang jebol Kamis (19/10) lalu, misalnya, diduga terjadi akibat derasnya debit air yang mengalir ke Kali Pulo. Terjangan air yang demikian kencang membuat tanggul yang dibangun 20 tahun lalu itu jebol.
Salah satu saksi mata yang merasakan cepatnya air bergerak saat itu ialah Maisaroh, 63, warga RT 11/06 Jati Padang. Kejadiannya, sekitar pukul 16.00 WIB tiba-tiba air dari Phb (penghubung) Pulo masuk ke rumahnya dan dalam hitungan detik tinggi air sudah mencapai 120 sentimeter. “Air cepat sekali datang, tingginya di rumah saya seketika sampai di mulut, sangat parah,” ungkap Maisaroh, kemarin.
Saat air sudah menggenangi hampir batas pintu rumahnya, Maisaroh yang tinggal berdua dengan suami tidak bisa berbuat apa-apa. Usia tidak memungkinkan mereka keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri dengan melawan arus air.
Pasangan yang sudah lanjut usia itu akhirnya dapat mengungsi ke Masjid Al-Ridwan di RT 06/09 dengan cara digendong remaja sekitar. Meski mereka dapat mengungsi, barang-barang elektronik tak terselamatkan. “Semua terendam banjir,” cetusnya.
Ketua RW 06 Arif Sarifuddin menjelaskan di wilayahnya terdapat delapan RT yang terendam banjir pada Kamis (19/10) lalu. Di antaranya RT 3, 4, 6, 9, 11, 12, 13 dan 15, tapi yang paling parah RT 03 dan RT 11.
Ketika banjir datang, puluhan warga dari dua RT tersebut terpaksa diungsikan ke masjid. “Posisi rumah mereka yang berada di bibir Phb Kali Pulo dan Phb Kali Serua memungkinkan genangan air lebih tinggi dibandingkan tempat lain,” cetusnya.
Rumah di atas saluran
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia di lapangan, kondisi rumah Maisaroh dan puluhan rumah lainnya di RT 11/06 berada di bibir Phb Kali Pulo. Seharusnya area tersebut steril dari beragam bangunan. Pengerukan kotoran dan sampah di kali Phb sejak 2016 selalu terkendala karena beberapa penduduk bahkan membangun rumah mereka di atas saluran air.
Nunung, warga RT 03/06 mengungkapkan, beberapa bulan silam Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mendatangkan satu unit alat berat untuk melebarkan parit. “Namun, alat berat tidak masuk karena keberadaan rumah di atas saluran itu. Itulah yang kami tidak mengerti. Seharusnya rumah tersebut dibongkar. Karena beberapa rumah itu, warga lainnya menjadi korban banjir setiap tahun,” tandasnya.
Kepala Dinas SDA Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Teguh Hendrawan menyatakan sesuai dengan aturan, rumah warga harus berjarak sekitar 20 meter dari garis sempadan kali (GSK). “Anehnya rumah mereka punya sertifikat meski posisi di bibir kali. Itulah yang membuat langkah normalisasi terkendala,” paparnya.
Teguh menyatakan relokasi warga wewenang Gubernur DKI Jakarta. Normalisasi mendesak dilakukan karena wilayah Jati Padang masuk kategori rendah. “Saat ini lebar saluran hanya berkisar 1,5 meter hingga 2 meter. Padahal, idealnya sekitar 20 meter.”
Saat ini tanggul baru sudah dibangun untuk menggantikan tanggul sepanjang 6 meter yang jebol Kamis (19/10) lalu. Tanggul baru tersebut dibuat dengan lebar 100 meter. “Prediksinya bisa bertahan hingga lima tahun,” tukas dia. (Gan/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved