Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GAYA kepemimpinan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno dinilai lebih halus dalam menghadapi warga yang bersengketa hukum dengan Pemprov DKI. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah meminta mereka tidak membuat kebijakan populer sekadar demi memenangi hati rakyat.
Dalam kasus-kasus seperti gugatan warga Bukit Duri atau pembebasan lahan untuk moda raya terpadu (MRT) di kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan, Anies-Sandi dinilai menggunakan pendekatan halus berujung mulus.
“Jangan sampai keduanya hanya memainkan politik pencitraan dengan memberikan janji-janji. Dalam praktiknya saya mencurigai bahwa ada kemungkinan itu hanya trik-trikk politik untuk menaikkan bargaining position terhadap kepemimpinannya sendiri,” ujar Trubus, kemarin (Jumat, 27/10).
Pekan lalu, Anies bertemu dengan salah satu pemilik lahan yang beperkara di pengadilan tentang pembebasan lahan di Haji Nawi. Negosiasi Anies dengan pria bernama Mahesh itu tak sampai 1 jam, tetapi dikabarkan berhasil mencapai kesepakatan.
Keduanya menghampiri pagar bangunan Toko Karpet Serba Indah milik Mahesh dan mengetuk pagar sebagai simbol kesepakatan eksekusi lahan itu. Meski demikian, baik Anies maupun Mahesh tidak mengungkapkan berapa nilai ganti rugi lahan yang disepakati.
Sementara itu, dalam kasus pembebasan lahan Bukit Duri, Anies memilih menerima kemenangan warga yang menang gugatan class action. Kemarin, sejumlah warga yang menang tersebut mendatangi Balai Kota untuk berterima kasih kepada Anies, yang berjanji tak akan naik banding.
Anies pun meminta berfoto bersama warga sambil memakai kain gendongan yang diberikan seorang ibu di Bukit Duri saat kampanye silam. Dia menilai pendekatan semacam itu justru akan membuahkan hasil kontradiktif di kemudian hari.
“Jangan dilihat secara fenomena, tapi ada apa di balik itu semua? Artinya apa? Ada kesan, yang penting aman dulu di bawah, penyelesaiannya bagaimana nanti. Nah, jangan sampai hal serupa terjadi di Pak Anies,” ujar Trubus.
Pendekatan dengan gaya komunikasi Anies, diakui Trubus, efektif menarik perhatian warga. Terlebih bagi warga yang simpatik kepadanya selama kampanye. Namun, konsep win-win solution, menurut Trubus, tidak akan bertahan lama.
“Dia ingin menunjukkan dialog itu lebih baik tanpa harus mengikuti pengadilan. Dia lebih menyukai hal itu. Jangan sampai hal ini mengorbankan kepentingan orang lain dan menciptakan barisan sakit hati,” sambungnya.
Dia pun mengingatkan jangan sampai kebijakan populer digunakan untuk ambisi politik. “Terkait orang di belakangnya yang hendak maju jadi RI-1,” pungkasnya. (Aya/J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved