Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Lewat Underpass di Stasiun wow Capeknya

27/10/2017 10:47
Lewat Underpass di Stasiun wow Capeknya
(MI/RAMDANI)

“TUNGUUIN dong, atur napas dulu, sumpah capek banget,” teriak Ayunda dengan nafas terengah-engah di dalam rangkaian kereta commuter jurusan Jakarta Kota-Bekasi, kemarin.

Belia berambut ikal sebahu itu, mencoba mengajak tiga temannya ikut mengambil nafas panjang. Ini Ia lakukan untuk menghilangkan lelah melewati terowongan penyeberangan bawah tanah (underpass) di Stasiun Manggarai. Tangga turun naiknya cukup curam, menguras sisa-sisa tenaganya sore itu.

Kendati Ayu berusia baru menginjak 20 tahun itu sepekan lalu, ia mengaku cukup berat menyeberangi peron lewat (underpass) di stasiun Manggarai. Tangga yang dibuat sebagai akses dari atas masing-masing peron menuju underpass terlalu curam. Sehingga membuat penumpang yang menikmati fasilitas tersebut cepat lelah.

Menurut Ayu, yang mendesain fasilitas underpass tersebut tidak memikirkan mobilitas tinggi pengguna kereta. Dipikirkannya hanya agar penumpang menyeberang dengan rasa aman. Akibatnya, faktor rasa nyaman menapaki anak tangga dinomor duakan.

“Umumnya pengguna kereta itu pekerja, pelajar dan mahasiswa. Kegiatannya sudah padat menguras energi, di stasiun masih harus melewati underpass yang bikin ngos-ngosan,” ungkap mahasiswi PTS di kawasan Depok tersebut.

Dengan kondisi underpass itu, umumnya penumpang lebih memilih menyeberangi peron dengan cara lama. Bahkan, mereka lebih rela memilih rute lebih jauh ke ujung peron untuk menyeberangi peron saat ada kereta commuter sedang berhenti di Stasiun Manggarai.

Ayu mengaku, meski tergesa-gesa lebih baik menunggu kereta melintas untuk menyeberangi peron. Ia berharap pemerintah memikirkan kenyamanan fasilitas yang mereka bangun meski tujuannya adalah untuk keselamatan.

“Coba bayangkan, kalau yang nyeberang itu orang yang umurnya sudah 50 tahun ke atas. Kasihan banget kan,” kata dia.

Hal senada disampaikan Robet, 34, penumpang kereta commuter jurusan Jakarta Kota-Bogor ini pun mengaku enggan menyeberangi peron dari underpass. Memang melewati underpass aman.

“Tapi ya ampun capeknya itu loh,” kata pegawai swasta ini.

Di Stasiun Bojonggede, tempat Robet turun, kondisi underpass-nya lebih menyiksa. Paska dioperasionalkan awal bulan ini, mobilitas penumpang tersendat di underpass. Antara penumpang yang ke Jakarta dan Bogor, kerap berbarengan sehingga di underpass mereka bertemu.

“Belum lagi kalau hujan, di underpass-nya sering banjir. Penumpang makin tersiksa, apalagi jalan ke pintu keluar selatan makin jauh. Buat penyandang disabilitas juga tidak ada,” sesalnya.

Juru Bicara PT KAI daerah operasional 1, Suprapto menjelaskan, dalam jangka perlintasan sebidang antar peron akan ditutup. Namun, khusus peyandang disabilitas, orang tua, ibu hamil akan diberikan pengecualian untuk menyeberang langsung antar peron. “Kita akan sosialisasikan terus agar lewat underpass.” (Gana Buana/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya