Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Di Asia, Jakarta Paling Macet

Gana Buana
25/10/2017 18:44
Di Asia, Jakarta Paling Macet
(MI/ BARY FATHAHILAH)

MENGENTASKAN masalah kemacetan tetap menjadi pekerjaan rumah (PR) utama pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hasil riset internal terbaru dari penyedia transportasi berbasis aplikasi, Uber, menyebut bahwa para pemilik kendaraan di Jakarta menghabiskan waktu 16 menit lebih lama untuk menerobos macet dari pada kota-kota besar lainnya di Asia.

Menurut data survei Uber itu, rata-rata pemilik kendaraan roda empat di Jakarta menghabiskan waktu 68 menit setiap hari terjebak di kemacetan. Pada kondisi yang sama di kota besar di Asia, pemilik mobil menghabiskan 52 menit rata-rata durasi kemacetan.

Terlebih, menurut survey yang sama, rata-rata waktu yang diperlukan pemilik mobil di Jakarta untuk mencari tempat parkir adalah 21 menit per hari, bahkan 28% di antaranya menghabiskan 30 menit per hari. Sehingga, dalam setahun, warga Jakarta menghabiskan 584 jam atau 24 hari karena macet dan mencari parkir.

Menaggapi itu, pengamat transportasi dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Arif Wismadi menyampaikan, waktu yang terbuang akibat kemacetan bisa dikategorikan sebagai mobilitas yang terpaksa.

Hal itu tentu menjadikan warga Jakarta merugi, tidak hanya secara ekonomi tapi juga waktu yang terbuang untuk interaksi sosial dengan keluarga atau kerabat. Juga kerugian psikologis akibat stres.

"Maksudnya, ketika kita mematok lama perjalanan satu jam, namun nyatanya molor hingga 2-3 jam tentu itu merugikan dari segi mana pun, termasuk emosi lantaran stres di jalan,” ungkap Arif melalui siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu (25/10).

Arif menjelaskan, Bappenas menghitung kerugian ekonomi akibat kemacetan mencapai Rp67 triliun per tahun. Hal ini diduga lantaran warga Jakarta belum maksimal memanfaatkan angkutan publik yang ada.

Menurut Arif, beban Jakarta dalam menampung kendaraan bermotor per-tahunnya juga terus bertambah. BPS DKI Jakarta, menyatakan dalam kurun waktu 2 tahun jumlah total mobil pribadi dan sepeda motor di jalanan Jakarta adalah sebanyak 16.836.597 unit.

Kenaikan tarif parkir sebesar 30% yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta mulai Oktober, diharapkan Arif bisa mengurangi jumlahnya. Karena sebetulnya, para pemilik kendaraan mengaku kalau mereka juga kerepotan dengan kondisi macet jalanan Jakarta.

"Namun fasilitas dan pelayanan dari transportasi umum juga harus ditingkatkan," kata dia. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya