Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kelurahan Tertua, Mana Puskesmasnya

25/10/2017 07:43
Kelurahan Tertua, Mana Puskesmasnya
(FACEBOOK PAGE ANIES BASWEDAN)

SELASA (23/10) pukul 07.21 WIB, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melangkah masuk ke Kantor Kelurahan Cikini, Jakarta Pusat. Ia langsung mengarah ke ruang pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) yang berada tepat di dekat pintu masuk kantor lurah.

Tidak ada sambutan bagi Anies, layaknya protokoler acara-acara yang dihadiri pejabat pada umumnya. Tampaknya, para pegawai kelurahan pun tidak menyangka bahwa Anies bertandang ke kantor mereka.

Ini merupakan kali pertama Anies inspeksi mendadak ke kantor kelurahan sejak menjabat Gubernur DKI Jakarta sepekan lalu. Ketika Anies tiba, ia tidak menemukan Lurah Cikini Ati Mediana di ruang PTSP. Ati ada di ruangannya di lantai dua dan segera menemui Anies.

Anies bertanya, pukul berapa PTSP dibuka. Ati pun menjawab, pukul 07.30 WIB. “Pastiin ya kita (karyawan) harus datang lebih awal,” pesan Anies.

Ati kemudian menemani Anies berkeliling kantor. Ia memeriksa ruang-ruang pegawai, hingga kamar mandi. Sambil berkeliling, Anies sempat berbincang dengan Kepala Seksi Bidang Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Cikini, Yuldawati. Anies bertanya, “Angka kemiskinan di sini berapa?”

Yuldawati pun langsung menjawab, “Angka resmi raskin, 129 (keluarga).”

Anies juga menanyakan data pengguna narkoba hingga data pengangguran di Kelurahan Cikini. Data pengguna narkoba, kata Yuldawati, ditangani puskesmas. Adapun untuk data pengangguran, ia menyebut sekitar 50 orang dari 16 ribu penduduk di Cikini. Anies pun tampak ragu. “Angkanya terlalu sedikit ya,” ucapnya.

Kepada jajaran kelurahan, Anies lalu berpesan agar data-data tidak hanya untuk diketahui, melainkan harus menjadi dasar tindakan.

Ada yang aneh
Pada kunjungannya itu, Anies merasa ada yang aneh dengan Kelurahan Cikini. Kelurahan tersebut merupakan salah satu kawasan paling tua di Ibu Kota, namun tidak memiliki puskesmas dan ruang publik seperti RPTRA. “Memang unik juga ini. Salah satu tempat paling lama di Jakarta, bukan Jakarta wilayah baru, tapi justru tidak ada puskesmas,” ujar Anies.

Ati pun menawarkan lahan di sebelah kelurahan. Lahan tersebut oleh pemiliknya ditawarkan untuk dijual ke Pemprov DKI dengan harga Rp50 juta per meter persegi. Anies belum berani memutuskan apakah mengambil tawaran itu. “Nanti kita lihat dulu pemanfaatannya,” tuturnya.

Seusai kunjungannya, Anies menilai secara keseluruhan kebersihan Kelurahan Cikini tertata dengan baik. Ia juga mengapresiasi Lurah Cikini yang telah membuat program bank sampah dengan pendanaan swadaya dari masyarakat. Anies berpesan agar kantor lurah di seluruh DKI Jakarta benar-benar mengemban tanggung jawab sebagai ujung tombak pelayanan bagi warga.

“Lurah adalah ujung tombak. Kita ingin memastikan pelayanan dijalankan dengan sebaik-baiknya, mulai dari yang paling sederhana, tepat waktu ketika melayani, kemudian ketika menerima keluhan direspons baik dan selesai dengan tuntas. Ini pesan pada semua lurah. Kami ingin pastikan bahwa Anda benar-benar jadi ujung tombak,” ucap Anies. (Nicky Aulia Widadio/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya