Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI kucing-kucingan pengendara transportasi daring dengan taksi konvensional akan berakhir. Pasalnya, PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta (BSH) sudah memperbolehkan taksi daring beroperasi secara resmi.
“Taksi online Grabcar beroperasi resmi sejak Senin (23/10). Beroperasinya taksi online untuk meningkatkan pelayanan, kenyamanan, dan keamanan penumpang dari BSH ke tempat tujuan,” terang Branch Communication Ma-nager Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekar-no-Hatta, PT Angkasa Pura II, Dewandono Prasetyo Nugroho, kemarin.
Pihaknya telah mempersiapkan berbagai fasilitas untuk Grabcar, termasuk titik tempat untuk menaikkan penumpang (booth) di Terminal 1, 2, dan 3. Setiap booth dijaga operator yang siap membantu serta mengedukasi pemesanan Grabcar melalui aplikasi GrabNow secara gratis.
Grabcar BSH berbeda dengan taksi Grabcar lainnya maupun taksi konvensional. Tidak ada pungutan atas pemesanan taksi daring sebagaimana dikenakan taksi konvensional sebesar Rp10 ribu. “Penumpang hanya diwajibkan membayar uang tarif, bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya tol,” cetus Pras, panggilan Prasetyo.
Selain bertugas memberikan pelayanan, petugas operator wajib menunggu calon penumpang hingga naik ke taksi Grabcar. Armada Grabcar BSH mudah dikenali dengan stiker khusus Inkoppol di bagian jendela belakang mobil.
Para sopir wajib memiliki SIM A umum dan mengenakan seragam khusus. Begitu juga dengan kendaraannya, harus dilengkapi stiker khusus Bandara Soekarno-Hatta dan sudah dilakukan uji kelayakan (KIR).
Pengoperasian Grabcar merupakan hasil kerja sama kantor Cabang PT Angkasa Pura II BSH dengan Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Inkoppol).
Kebutuhan banyak
Armada taksi daring yang diharapkan beroperasi sebanyak 500 unit. Hanya saja, yang terdaftar hingga kemarin baru 60 unit. “Kami terus menyosialisasikan agar angkutan liar yang selalu kucing-kucingan di BSH mendaftarkan diri menjadi anggota Grabcar mengingat kebutuhan masih banyak,” imbuhnya.
Secara terpisah Kepala Divisi Transportasi (Divtro) Inkoppol Irjen (Purn) Mudji Waluyo menambahkan kehadiran Inkoppol dalam moda transportasi bertujuan memfasilitasi layanan pemesanan transportasi berbasis daring.
Kerja sama dengan PT Angkasa Pura II, menurutnya, merupakan contoh yang baik dan bisa dijadikan tolok ukur bagi bandara lain untuk memberikan pelayanan transportasi.
Rusdi, penumpang penerbangan dari Surabaya-Jakarta, yang menggunakan Grabcar mengaku bersyukur atas diterimanya moda transportasi tersebut beroperasi di bandara. Alasannya, tarif kendaraan berbasis daring biasanya lebih murah dan juga nyaman.
Sikap sebaliknya datang dari pengemudi taksi konvensional. Mereka sadar bahwa suatu hari nanti taksi daring akan menguasai juga BSH. “Lambat laun taksi daring akan memenuhi BSH. Dengan sendirinya penumpang kami akan berkurang, itu sudah pasti. Tapi, mau bagaimana lagi,” cetus Idham, pengemudi taksi konvensional. (SM/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved