Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Truk Sampah DKI Kembali Diserang di Bekasi

Gana Buana
06/10/2017 16:57
Truk Sampah DKI Kembali Diserang di Bekasi
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

TRUK sampah milik pemerintah DKI Jakarta kembali diserang ketika melintas di Jalan Raya Siliwangi KM 10, Bantargebang, Kota Bekasi, pada Kamis (5/10) sekitar pukul 23.25 malam. Kaca depan truk berplat kendaraan B 9739 TOQ itu hancur akibat dilempari batu para pelaku.

Kejadian penyerangan tersebut bermula ketika empat orang pelaku TP, 15; ABM, 14; AWE, 16; dan MI, 14 dengan menggunakan sepeda motor menghampiri truk sampah DKI Jakarta yang sedang melintas dari arah Jalan Raya Cipendawa menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Saat di Jalan Raya Siliwangi KM 10, para pelaku langsung melempar kaca truk sampah tersebut dengan menggunakan potongan batu bata merah hingga kaca truk sampah pecah.

"Mereka langsung kabur, namun petugas yang sedang melakukan patroli cipta kondisi langsung menangkap keempat pelaku tak jauh dari lokasi kejadian," ungkap Kapolsek Bantargebang Komisaris Siswo, Jumat (6/10).

Siswo menjelaskan, ketika kejadian sang sopir, Agus Tinggal, 43, berhasil menguasai kemudi kendaraan, sehingga truk yang dibawanya tidak oleng. Sopir langsung menghentikan kendaraannya dan turun untuk menyelamatkan diri. Saat ini kondisi Agus dalam keadaan baik.

Keempat tersangka yang diamankan itu masih berusia remaja. Dua di antaranya berstatus masih pelajar SMP, dan dua lagi putus sekolah dengan salah satunya telah bekerja sebagai karyawan swasta. "Motif penyerangan masih kita cari tahu," kata Siswo.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji mengaku kecewa lantaran hal itu bukan yang pertama kali terjadi. "Ini sudah terjadi sekitar 20 kali dalam waktu kurang lebih dua tahun terakhir," ujar Isnawa.

Isnawa memproyeksikan, biaya perbaikan kaca menelan biaya sekitar Rp4 juta dan membutuhkan waktu selama sepekan. Itu pun, kata dia, bila persediaan kaca depan truk ada, bila tidak maka membutuhkan cukup lama.

Ia berharap, agar pelaku diganjar dengan hukuman berlaku. Pasalnya perbuatan mereka telah meresahkan para sopir truk DKI yang melintas di Kota Bekasi. "Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan daerah, agar pemerintah di wilayah setempat ikut berperan mengamankan keberadaan truk sampah yang hendak melaju ke TPST Bantargebang,” lanjut Isnawa.

Adapun Wakil Kepala Dinas LH Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana menegaskan perusakan truk sampah di Kota Bekasi itu tidak mengganggu proses pengangkutan sampah dari Ibu Kota menuju TPST Bantargebang. Pihaknya telah memiliki armada cadangan untuk mengantisipasi kejadian.

Menurut Ali, lima suku Dinas LH DKI Jakarta masing-masing sudah memiliki empat unit truk sampah cadangan. Sedangkan Dinas LH ada lima unit truk sampah cadangan. Sejumlah truk sampah cadangan tersebut sengaja disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan sampah di DKI Jakarta. Apalagi produksi sampah DKI yang dibuang ke TPST Bantargebang mencapai 7.000 ton per hari. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya