Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab pasti kematian bayi Tiara Debora Simanjorang. Dalam penyelidikan, polisi juga secepatnya akan membongkar kuburan bayi Debora untuk mencari titik terang kejadian.
"Itu kan tahapan selanjutnya (autopsi terhadap korban)," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deriyan saat dikonfirmasi, Senin (11/9).
Sebelum melakukan pembongkaran, menurut Adi, pihaknya akan meminta persetujuan kepada orang tua korban terlebih dahulu, yaitu Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang.
Adi memastikan, autopsi segera dilakukan jika penyidik sudah mendapat ijin dari keduanya. "Nanti kami berkoordinasi dengan keluarga," jelas Adi.
Nyawa bayi Debora melayang akibat persoalan administrasi. Selama 7,5 jam bayi Debora terkatung-katung sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhir pada pukul 10.00 WIB, Minggu (3/9).
Peristiwa nahas ini terjadi saat bayi Debora mengalami sesak nafas pada Minggu dini hari pukul 02.30 WIB. Debora yang terus batuk membuat kedua orang tuanya, Henny dan Rudianto langsung membawa Debora ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.
Karena keadaan Debora yang sudah memburuk, dokter jaga saat itu, dr Iren meminta Debora untuk dibawa ke ruang perawatan intensif khusus bayi (pediatric intensive care unit/PICU) agar perawatannya maksimal. Henny dan suamiya diminta membayar uang muka perawatan PICU sebanyak Rp19,8 juta.
Karena kejadiannya tiba-tiba, mereka tak memiliki uang sejumlah itu. Keduanya lantas menunjukkan kartu BPJS Kesehatan berharap bayi Debora ditangani dulu. Namun, RS Mitra Keluarga Kalideres menyatakan belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Permintaan mereka ditolak.
Henny dan Rudianto yang hanya memiliki uang Rp5 juta memohon agar anaknya ditangani dulu. Mereka berjanji akan melunasi uang yang diminta begitu matahari terbit.
Pukul 06.00 WIB, kondisi Debora semakin menurun. Ia masih di ruang IGD. Selama 17 menit berselang, Henny memposting kegalauannya di akun Facebook. Beberapa temannya merespon. Ada yang menyarankan untuk dibawa ke RS Tangerang.
Di sela itu, Henny juga berselancar mencari rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS dan memiliki fasilitas PICU. Henny juga meminta sahabatnya, Iyoh, untuk mengecek ke Rumah Sakit Koja.
Pukul 09.00 WIB, dr. Irfan, dokter jaga pengganti dr Iren, menemui Henny-Rudianto. Mengabarkan jika kondisi Debora semakin memburuk. Wajah Debora pucat dan badannya dingin. Sejam berselang, Debora pun mengembuskan nafas terakhir. Dia meninggal dalam dingin.
Pihak RS Mitra Keluarga Kalideres membantah menelantarkan bayi Debora. Mereka menyatakan sudah berupaya maksimal untuk menolong Deborah. (MTVN/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved