Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri terus mencari fakta-fakta baru pengembangan kasus dugaan kecurangan produk beras yang dilakukan oleh anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera yaitu PT Indo Beras Unggul (IBU).
Berdasarkan pemeriksaan tim penyidik Tipideksus Bareksrim kepada 32 saksi dan 14 saksi ahli, polisi menemukan fakta baru bahwa ada pihak lain yang dirugikan selain konsumen beras di level rumah tangga.
Kerugian juga dialami oleh salah satu perusahaan retail yaitu Indomaret yang mendapatkan spesifikasi beras tidak sesuai kontrak yang dijanjikan oleh grup PT Tiga Pilar.
"Bareskrim Polri akan mendalami apakah perusahaan-perusahaan retail yang lainnya juga menjadi korban ataupun justru terindikasi bekerja sama untuk menurunkan kualitas beras sehingga merugikan masyarakat," jelas Hengki di Jakarta, Jumat (25/8).
Hengki menambahkan, sebagian besar kualitas produk beras PT Tiga Pilar Sejahtera yang diproduksi anak perusahan mereka tidak sesuai dengan standarisasi SNI. Terjadi penurunan kualitas beras jauh dari standar yang dibuktikan dengan hasil laboratorium.
"Secara sengaja ditemukan fakta hukum bahwa grup PT. Tiga Pilar Sejahtera menurunkan kelas mutu terhadap beras yang diproduksi dan diperdagangkan," paparnya.
Menambahkan, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya menuturkan bahwa berdasarkan hasil penyidikan PT Tiga Pilar juga sengaja melakukan kecurangan dengan cara membuat isi kemasan yang tidak sesuai dengan label kemasan beras.
"Dikemasan tulisnya Rojolele tapi ternyata isinya tidak sesuai sehingga merugikan masyarakat maupun pengusaha retail," paparnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved