Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Pengusaha Metromini Trayek Ciledug-Blok M Diajak Jadi Feeder

Gana Buana
18/8/2017 19:41
Pengusaha Metromini Trayek Ciledug-Blok M Diajak Jadi Feeder
(MI/ANGGA YUNIAR)

PENGUSAHA Metromini trayek 69, jurusan Ciledug-Blok M diajak bergabung dengan PT Trans-Jakarta agar bisa mempertahankan eksistensi mereka. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful mengatakan, bus tersebut bisa menjadi bus feeder minitrans.

"Kita berikan tawaran supaya mereka bergabung. Misalnya dijadikan bus feeder untuk bus Trans-Jakarta koridor 13," ujar Djarot, Jumat (18/8).

Menurut Djarot, imbauan itu dilakukan untuk mewujudkan integrasi antar-moda transportasi umum dan menciptakan moda transportasi yang nyaman dan cepat. Sebab ke depannya sistem moda transportasi Jakarta harus nyaman dan cepat. Ini juga nantinya yang akan mendorong agar warga menggunakan transportasi publik dengan baik.

Bus metromini 69, kata Djarot, setelah dijadikan bus feeder bisa melayani hingga ke gang sempit. Tentunya dengan ketentuan harus merevitalisasi kendaraan mereka hingga memungkinkan diganti menjadi minitrans.

"Kendaraannya yang sekarang sudah sepuh-sepuh banget," kata dia.

Djarot menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada 17 Agustus kemarin, jumlah penumpang bus Trans-Jakarta koridor 13 memang tembus di angka 10 ribu. Peminat jurusan tersebut memang tinggi. Maka dari itu ia juga ingin pengusaha metromini ikut bergabung.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah sopir metromini 69 jurusan Ciledug-Blok M mengeluh pendapatan mereka menurun. Seperti diungkapkan Abi, 60 yang mengaku pendapatan hariannya merosot hingga setengahnya setelah transjakarta di Koridor 13 beroperasi.

Saat ini ia terpaksa hanya bisa membawa pulang maksimal Rp200 ribu per hari. Padahal sebelumnya, ia bisa membawa pulang penghasilan sekitar Rp400 ribu.

"Dulu setiap paginya bus kita penuh penumpang dari Ciledug menuju Blok M, kini kosong melompong," kata Abi.

Hal yang sama dirasakan Tono, 56, yang mengaku pendapatannya terus merosot bukan karena kemunculan rute transjakarta Koridor 13 saja. Sejak populernya transportasi berbasis aplikasi online banyak pekerja, pedagang, bahkan anak sekolah tak lagi mengandalkan metromini 69 sebagai sarana transportasi.

"Apalagi sekarang ada bus Trans-Jakarta, pasti banyakan yang naik busway daripada ojek online, cuma Rp3.500, cepet, pakai AC lagi, jauh sama metromini mah," tukas dia. (OL-3)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya