Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN mass rapid transit (MRT) secara keseluruhan telah rampung 76,13%. Rincian pembangunan tersebut antara lain 64,10% pembangunan depo dan struktur layang serta 88,26% pekerjaan struktur bawah tanah.
Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah merinci progres pembangunan 7 stasiun MRT sudah mencapai 55%. Di antaranya Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Stasiun Sisingamangaraja.
"Seperti yang ada di Cipete, (kini sudah selesai) pengerjaan track slab level yang selanjutnya dikerjakan platform level," ujarnya
Dia menambahkan untuk jalur di TB Simatupang Jakarta Selatan-Fatmawati yang berbelok 90 derajat, pemembangunan konstruksinya menggunakan metode khusus yaitu balance cantilever dengans sistem form traveller.
"Metode ini dipilih untuk struktur MRT di area ini tanpa mengganggu jalur lalu linta JORR yang ada," terangnya
Di sisi lain Direktur Kontruksi MRT Silvia Halim mengatakan penyelesaian jalur Haji Nawi Fatmawati Jakarta Selatan akan mengalami keterlambatan beroperasi. Hal itu disebabkan masih alotnya proses hukum pembebasan empat lahan yang digunakan untuk jalur MRT tersebut.
"Iya kami masih terkendala dengan pembebasan lahan dan proses hukumnya masih terus berlangsung," ujarnya
Dari keempat lahan tersebut, dua lahan menjadi masalah utama karena memakan badan jalan. Hal itu berdampak pada pemasangan tiang struktur yang tidak dapat dikerjakan sehingga batas akhir selesai pengerjaan Maret 2019 tidak dapat dipenuhi.
"Lahan itu harus lebih dulu dibebaskan. Memang paling lambat berjalan baru mencapai 36%. Tapi itu tidak akan menganggu pembangunan lainya karena semua tetap jalan," imbuhnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved