Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUSUTAN kasus penipuan umroh yang dilakukan pasangan suami-istri Andhika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, pemilik Biro Perjalanan First Travel terus diintensifkan pihak kepolisian.
Namun hingga saat ini, polisi belum menemukan dana yang diduga berjumlah miliaran rupiah yang merupakan hasil penipuan yang dilakukan Andhika terhadap korban ribuan calon jemaah First Travel yang tidak jadi berangkat umroh.
Sejauh ini, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebut penyidik masih melacak kemana perginya aliran dana dari First Travel. Pasalnya, penyidik hanya menemukan Rp1,3 juta dari total 8 rekening yang disita.
"Itu nggak mungkin menurut pelapor, oleh sebab itu Bareskrim sedang melakukan tracing atau penelitian di perusahaan, apa betul cadangan atau sisa saldo hanya tinggal 1,3 juta," tambahnya
Para korban yang jumlahnya hingga ribuan masih menunggu kerja pihak kepolisian dan berharap dana yang sudah disetor bisa dikembalikan.
Selain akan melacak keberadaan dana yang disimpan First Travel, pihak kepolisian menyatakan, setelah menahan Andhika pada minggu lalu, polisi juga telah menyita sejumlah aset milik Andhika dan istrinya. Di antara yang disita ialah beberapa mobil mewah.
Di depan halaman Gedung Bareskrim Polri di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, terdapat enam mobil dengan baluran garis polisi. Dari enam mobil tersebut, ada yang atas nama Andika dan Anniesa, ada pula yang atas nama First Travel.
Tiga di antaranya merupakan mobil mewah berwarna putih bermerk Volkswagen Caravelle dengan nomor polisi F 805 FT, Mitsubishi Pajero Sport dengan nomor polisi F 111 PT, dan Toyota Velfire dengan nomor polisi F 777 NA.
Tiga mobil lainnya bermerk Daihatsu Sirion warna putih dengan nomor polisi B 288 UAN, Toyota Avanza warna abu-abu dengan nomor polisi B 1886 UZH, serta Toyota Kijang Innova warna hitam dengan nomor polisi B 1866 URD.
Irjen Setyo Wasisto membenarkan bahwa mobil tersebut termasuk aset yang disita terkait kasus First Travel. "Ada dokumen-dokumen, aset-aset sementara itu yang tercatat, hak milik yang bersangkutan," kata Setyo di Markas Besar Polri.
Selain itu, kata Setyo, penyidik juga menemukan ribuan paspor milik calon jemaah First Travel. Polisi akan mengklarifikasi paspor tersebut sebelum dikembalikan kepada pemiliknya.
"Saya mengimbau masyarakat yang paspornya masih ada di First Travel, saya mohon waktu karena masih diklarifikasi, dicek Bareskrim. Setelah itu mungkin bisa dikembalikan," pungkasnya.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved