Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Wow..Megahnya Istana Milik Bos First Travel di Sentul

Dede Susianti
14/8/2017 17:46
Wow..Megahnya Istana Milik Bos First Travel di Sentul
(MI/Dede Susianti)

ASET berupa rumah milik bos First Travel, Andika Surachmandi, yang berlokasi di Bogor Jawa Barat, ternyata terbilang super mewah.

Tidak berlebihan jika rumah yang terletak di Cluster Taman Venesia, Jalan Venesia Selatan, No 99, Perumahan Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor ini, disebut banyak orang bak sebuah istana. Perumahan Sentul City oleh warga juga disebut perumahan elite.

Luas tanah rumah Andika sekitar 1.200 meter. Bangunan megah berarsitektur Eropa itu dibalut cat berwarna putih. Sebanyak 14 pilar tinggi tampak di muka teras rumah hingga membuatnya terlihat kokoh. Mirip dengan bangunan utama Istana Kepresidenan Bogor.

Detil ornamen dan ukiran dari bagian per bagian, pintu, pintu gerbang, list kaca besar, pagar tembok maupun besi, membuat rumah tersebut tampak berbeda dari rumah-rumah yang ada di sekitarnya.

Satu lagi yang menonjol dari rumah tersebut. Bagian atapnya berbetuk kubah. Kemegahan semakin tampak jelas dengan tiga pintu gerbang besar. Kini ketiga gerbang itu telah disegel dengan dipasangi garis kuning polisi (police line).

Itu karena Andika Surachman, pemilik rumah mewah itu, jadi tersangka kasus penipuan umroh. Berdasarkan data Bareskrim Mabes Polri korban yang ditipu Andhika itu mencapai puluhan ribu orang dengan kerugian mencapai sekitar Rp 500 miliar.

Dari informasi yang disampaikan warga, sekitar kompleks perumahan elite tersebut, rumah Andhika tersebut berdiri atau mulai dibangun pada 2013. Awalnya lahan itu berupa kavling. Proses pembangunan rumah tersebut pun memakan waktu lama. Hingga tidak heran rumah yang dibangun berbeda dengan rumah sekitarnya. Rumah Andhika terlihat lebih mewah.

Seorang tetangga yang namanya enggan disebut mengisahkan pembangunan rumah milik bos biro perjalanan umroh First Travel itu memakan waktu satu tahun lebih.

"Satu tahun lebih. Dari 2013, baru selesai 2014, karena pas lahiran anak saya tahun 2014, baru beres,"kata pria itu.

Dia mengatakan tahu betul soal keberadaan rumah tersebut mulai dari pembangunannya. Karena sebelum dibeli Andhika, lahan kosong itu pernah ditawarkan padanya.

"Saya tidak kenal secara pribadi orangnya. Tapi kalau soal pembangunan rumah saya tahu. Dulu tanahnya seluas 1.200 meter persegi pernah ditawari ke saya. Harga lahannya saja Rp 1,2 miliar," ceritanya.

Pembangunan rumah itu, lanjutnya, sampai ganti kontraktor tiga kali. Masih kata dia, pembangunan rumah itu menelan biaya hingga Rp 11 miliar.

"Bangunannya lama, ganti tiga kontraktor. Dua tingkat. Saya lihat prosesnya, masih saat pembangunan pondasi. Katanya habis Rp 11 miliar.

Sang pemilik memang cukup jor-joran dalam pembangunan rumah tersebut. Karena untuk menambah kenyamanan, area sekitarnya saja yang tadinya lahan kosong dan dipenuhi ilalang disulap menjadi taman. Biaya pembersihan dan pembuatan taman itu pun cukup fantastis . Katanya menelan Rp ratusan juta.

"Itu buat taman itu, kata pekerja dananya, habis satu mobil Avanza baru. Padahal itu masih kewenangan pengembang," tambahnya.

Mobil Mewah

Masih cerita dia, sang pemilik (Andhika) secara kasat mata memiliki gaya hidup yang wah. Selain terlihat dari rumahnya, perabot rumah juga wah. Tidak itu saja, di rumah itu, yang saat ditinjau Media Indonesia pada Senin (14/8) terlihat sepi, pada hari-hari sebelum Andhika ditangkap polisi, ada beberapa kendaraan mewah berjejer.

"Mobilnya banyak. Semuanya warna putih. Ada Alphard, Hamer, Mini Cooper, Mercy, BMW, Fortuner, Sirion yang kenalpotnya bersik, VW dan Pajero Sport. Itu yang saya sering lihat kalau pagi atau sore terparkir di dalam. Ada juga mobil-mobil operasional seperti Grand Max," katanya.

Namun, lanjut dia, kondisi sepi sejak bulan puasa lalu. Mobil-mobil itu tidak terlihat. "Biasanya penuh sama mobil. Pagi parkir. Tapi sejak puasa sepi," katanya.

Soal keseharian sang pemilik, diakuinya tidak terlalu diketahuinya. Memang selama berada di situ, tidak banyak kegiatan. Meski demikian, ada beberapa kegiatan yang dianggapnya berlebihan.

Dimana dia pernah melakukan semacam pesta dan menyalakan banyak kembang api (petasan) yang dianggap mengganggu ketertiban.

"Waktu itu saja nyalain petasan. Saya sampai minta satpam buat matiin. Dia pestanya dalam rumah,"

Selain itu juga dengan kebiasaan saat tiba di rumah. Dimana sering ada kebisingan ketika poreder (mobil pengawal) atau membunyikan klakson yang berlebihan.

"Keselnya begitu. Ini sistemnya, sistem cluster. Ada mobil dan parkir, pagar dibukain. Kadang-kadang poredernya suaranya bising," katanya.

Rumah mewah tersebut mungkin sebagai saksi bisu dari hasil kerja Andhika yang menyengsarakan ribuan calon jemaah umroh yang gagal berangkat. Meski rumah tersebut sudah sepi dan disegel, tidak mengherankan masih saja didatangi warga yang mengaku mewakili korban penipuan.

Masih menurut sumber yang sama, Senin pagi, isterinya ditanyai oleh orang yang mengaku sengaja mendatangi rumah Andhika.

"Tadi pagi ada yang datang. Dia nanya-nanya ke isteri saya. Dia bilang perwakilan dari 160 korban pemilik rumah. Tadinya dia berniat mau ambil barang, tapi lihat rumah sudah disegel dan langsung balik arah," pungkasnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya