Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Ribuan Warga Bekasi tidak Memasak akibat Layanan Gas Terhenti

Antara
09/8/2017 11:17
Ribuan Warga Bekasi tidak Memasak akibat Layanan Gas Terhenti
(Layanan gas di Kec. Rawalumbu, Bekasi padam. -- ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

RIBUAN pelanggan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, memprotes pemadaman layanan yang terjadi sejak Minggu (6/8) hingga saat ini sehingga kesulitan mengerjakan pekerjaan dapur.

"Sejak pemadaman terjadi, saya menggunakan kompor portabel yang biasa dipakai kegiatan outdoor saya untuk memasak di dapur," kata Bratha Effendi (35) warga Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (9/8).

Menurut dia, sang istri dan tiga putrinya yang masih balita selama ini sangat bergantung pada kebutuhan gas bumi yang terinstalasi di rumahnya sejak setahun terakhir. Kekecewaan warga Blok VI, Jalan Lumbu Timur Nomor 1D itu kepada operator gas bumi karena sang istri tidak bisa menyiapkan sejumlah keperluan bagi anaknya saat pagi hari.

"Kalau pagi biasanya istri saya memasak makanan buat anak, mencuci dot dan sejumlah kebutuhan lainnya. Sejak PGN mati, praktis aktivitas itu tidak berjalan karena persediaan gas kompor portabel sudah habis sejak hari pertama gas bumi padam," katanya.

Bratha mengaku tidak memiliki bahan bakar cadangan lainnya seperti elpiji dan sejenisnya karena selama ini telah bergantung pada gas bumi. "Sejak gas bumi ini dipasang, saya sudah tidak kepikiran lagi untuk membeli tabung Elpiji, karena buat apa, kalau sudah ada gas bumi," katanya.

Bratha mengakui peristiwa pemadaman gas ini baru kali pertama dialaminya bersama ratusan warga lainnya di RW31 Bojong Rawalumbu. "Saya heran kenapa ini terjadi, sebab sudah setahun terakhir belum pernah ada masalah dan iuran pun lancar sebulan rata-rata habis Rp125.000," katanya.

Hal senada diungkapkan warga Narogong Kecamatan Rawalumbu, Mangiring (41). "Seluruh warga di Narogong, Perumahan Pondok Hijau, Bojong Menteng resah karena PGN mati selama tiga hari," katanya.

Dia mengaku sempat mengklarifikasi kejadian ini kepada petugas terkait yang beralasan pemadaman ini terjadi akibat gangguan teknis pada pipa jaringan distribusi. "Menurut operatornya ada pipa bocor di jaringan Induk Cirebon," ujarnya.

Keluhan yang sama juga dikatakan Warga Jembatan 13 Perumahan Rawalumbu Kota Bekasi, Jonder Sihotang (55). "Rencananya kami besok akan mendatangi Kantor PGN di Jembatan II Rawalumbu untuk meminta penjelasan resmi pengelola atas kerugian ini. Istri saya tidak bisa memasak di dapur, jadi sudah tiga hari ini kami makan di luar. Biaya juga jadi bengkak," ucapnya.

Sementara itu, PT Sinergi Patriot Kota Bekasi, Jawa Barat, selaku operator jaringan gas bumi di Kecamatan Rawalumbu memprediksi pemadaman layanan sejak Senin (7/8) akan berlangsung hingga Minggu (13/8).

"Saat ini kami baru melayani 4.700 pelanggan di Kecamatan Rawalumbu, karena Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini memang baru saja terbentuk dan layanan ini masih sifatnya uji coba," kata Humas PT Sinergi Patriot Kota Bekasi M Jufri, Rabu.

Menurut dia, pemadaman layanan gas bumi untuk keperluan produksi kebutuhan rumah pelanggan terjadi akibat adanya salah satu jaringan pipa distribusi yang pecah di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Menurut dia, operator memprediksi proses perbaikan akan berlangsung hingga Minggu (13/8) mengingat jaringan yang pecah berada pada kedalaman sekitar delapan meter.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya