Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN pengunjung memadati ASEAN Food Festival yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di kawasan Kota Tua, Jakarta, selama dua hari mulai Sabtu (5/8) hingga Minggu (6/8).
Mereka tidak hanya berasal dari sekitar Jakarta dan daerah lainnya, tetapi juga datang dari mancanegara yang tengah jalan-jalan menikmati wisata di kawasan Kota Tua Jakarta.
Setidaknya, para pengunjung itu menyicipi sejumlah makanan yang ada di 10 booth pada pameran tersebut. Setiap booth menyajikan makanan khas dari 10 negara ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, Filipina, Laos, Myanmar, dan Kamboja.
Hadir pula pada acara itu, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Nadjamuddin Ramly, dan Direktur Sejarah Kemendikbud Triana Wulandari.
Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud menyampaikan, acara ASEAN Food Festival yang digelar itu merupakan salah satu rangkaian dalam peringatan ulang tahun ke-50 berdirinya ASEAN.
"ASEAN Food Festival ini inisiatif Pemerintah Indonesia dan baru pertama kali digelar. Ini pun bentuk diplomasi kuliner atau gastronomi kepada masyarakat ASEAN. Dengan makanan atau kuliner, akan memberikan kesan mendalam kepada para pengunjung mengenai kuliner yang dimiliki oleh negara-negara ASEAN," kata Nadjamuddin, di sela-sela ASEAN Food Festival.
Terkait dengan antusiasme masyarakat yang tinggi pada ajang tersebut, dia merasa sangat senang. Terlebih pada ASEAN Food Festival tersebut, pengunjung bisa mendapatkan informasi mengenai bahan-bahan kuliner di sejumlah negara ASEAN.
"Karena itu, saya yakin target 2.000-an pengunjung pada acara ini bisa tercapai sehingga harapan kami juga mampu menarik wisatawan lokal dan mancanegara," tuturnya.
Menurut Nadjamuddin, selain pengunjung menikmati ASEAN Food Festival, mereka juga dapat menghadiri Seminar Panji yang juga rangkaian acara peringatan ulang tahun ke-50 berdirinya ASEAN.
"Di seminar ini pengunjung disajikan mengenai cerita-cerita, tarian-tarian, legenda-legenda, dan lain-lain dari Indonesia, sebagai upaya internalisasi nilai-nilai pembangunan karakter. Bahkan, Panji tengah diusulkan LIPI masuk warisan dunia dengan kategori tertentu," pungkas Nadjamuddin.
Direktur Sejarah Kemendikbud menambahkan, ASEAN Food Festival yang digelar di Kota Tua merupakan upaya pemerintah mendorong sejarah serta warisan Kota Tua kepada masyarakat Indonesia, termasuk
wisatawan mancanegara.
"Kawasan Kota Tua ini punya heritage yang sangat bagus dan banyak, dan bahkan bisa jadi public space seperti Malaka Heritage. Harapannya ini bisa jadi trigger bagi masyarakat Jakarta dan daerah lain sebagai bentuk diplomasi budaya," ungkap Triana.
Selain itu, ASEAN Food Festival bisa memberi informasi tentang sejarah kuliner dari 10 negara anggota ASEAN yang menjadi acuan untuk pengunjung kawasan Kota Tua.
ASEAN Food Festival juga, menurut Triana, dapat menanamkan kecintaan Tanah Air kepada masyarakat Indonesia melalui kuliner. Dengan begitu, bisa tertanam pendidikan karakter kepada generasi muda.
"Ini sebagai upaya pendidikan karakter. Selain itu, ada pula melalui pembuatan lomba film sejarah SMK, lawatan sejaran SMA se-Indonesia, dan komik sejarah," tuturnya.
Yang juga penting, lanjut dia, setelah ASEAN Food Festival akan ada Pameran Sejarah Pahlawan dan Tokoh Perempuan di Galeri Nasional pada 7-21 Agustus 2017.
"Melalui rangkaian acara ini, kami harapkan masyarakat Indonesia bisa mengenal sejarah dan budaya bangsa sendiri," pungkas Triana. (RO/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved