Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Saefullah: Proyek Reklamasi Pantura Jakarta Tidak Mungkin Dihentikan

Selamat Saragih
04/8/2017 19:56
Saefullah: Proyek Reklamasi Pantura Jakarta Tidak Mungkin Dihentikan
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Guma)

SEKRETARIS Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah menegaskan pemprov DKI tidak mungkin menghentikan proyek reklamasi di kawasan pantai utara (pantura) Jakarta. Alasannya, pada waktu-waktu sebelumnya pihak properti sudah sempat mengerjakan dua pulau hasil reklamasi.

“Proyek ini sebagian sudah berjalan. Sudah jadi. Pulau C sebagian, D juga. Jadi enggak mungkin diberhentikan,” kata Saefullah, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (4/8).

Dari total luas Pulau C dan D, katanya, nanti akan ada lahan seluas 30 hektare diokupasi Pemprov DKI. Untuk dibangun fasilitas publik, diantaranya membangun dermaga untuk perahu nelayan bersandar.

“Itu ada di sisi barat. Nanti mereka tinggal di mana? Nanti kita bikinin rusun di pulau reklamasi. Yang suaminya nelayan, isterinya mau ngapain? Nanti di bawahnya kita bikinkan restoran tematik yang mengolah makanan serba ikan," ucap Saefullah.

Dia menambahkan, lahan seluas 30 hektare tersebut akan didedikasikan untuk para nelayan. Sehingga mereka tetap bisa mempertahankan mata pencahariannya dan memiliki rumah yang layak.

“Jadi seluas 30 hektare itu akan diberikan kepada Pemprov DKI untuk nelayan. Kita dedikasikan buat nelayan,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, sudah diterbitkan sertifikat Hak Pengelolaan atas Lahan (HPL) atas nama Pemprov DKI terhadap pulau hasil reklamasi.

Artinya, lanjut Saefullah, tanah tersebut adalah tanah milik Pemprov DKI dan para pengembang mempunyai jangka waktu untuk mengelola lahan tersebut.

“Sebentar lagi, kita mau MoU (Memorandum of Understanding) untuk sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan). Setelah itu, akan terbit PBB (Pajak Bumi Bangunan). Terus beruntun sampai pencabutan moratorium reklamasi. Yang sudah ada, kita akan urus barangnya jadi,” ujarnya.

Adapun pulau-pulau hasil reklamasi lainnya yang belum jadi, kata Saefullah, pihaknya akan menyerahkan kepada kepala daerah yang baru. “Kecuali yang belum. Nanti tergantung kepala daerahnya,” pungkas Saefullah.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya