Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI kembali menegaskan belum perlu dibentuk tim gabungan pencari fakta untuk menuntaskan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Pernyataan sama sebelumnya dilontarkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (31/7) lalu.
Pembentukan tim independen itu belum dirasa perlu, karena menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, penyelidikan oleh polisi dilakukan terbuka dan transparan, dan perkembangannya disampaikan ke KPK.
"(Karena itu) kita belum perlu (tim gabungan pencari fakta) tapi kita tim masih bekerja untuk mencari pelakunya," kata Argo di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (2/8).
Polisi juga mengklaim sudah menawarkan kepada pihak KPK untuk melihat apa saja perkembangan dan apa saja tindakan yang sudah dilakukan polisi.
Sejauh ini polisi masih belum memeriksa Novel Baswedan secara pro justicia. Sebab, kata Argo, dua kali penyidik datang ke Singapura tapi Novel tidak bersedia jika substansi pertemuan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
"Anggota ke sana (Singapura) sudah bawa laptop, ada saksi semuanya ada. Kita mau periksa, 'Sudahlah, enggak usahlah, kita ngobrol-ngobrol saja'. Katanya gitu," terang Argo.
Menurutnya penyidik siap memeriksa Novel kapan pun jika pihak dokter telah mengizinkan dan Novel berkenan. Pasalnya, keterangan Novel sebagai korban amat dibutuhkan untuk pengungkapan. Selain itu, informasi yang dimiliki Novel menurut Argo juga sebaiknya dituangkan dalam bentuk BAP.
"Kita harapkan Pak Novel menyampaikan dalam bentuk BAP. Kan banyak info yang disampaikan katanya. Jam berapa pun, kapan pun kita siap mendampingi KPK ke sana untuk memeriksa," jelasnya.
Soal titik terang pelaku penyerangan, Argo menuturkan pihaknya tengah mempersiapkan sketsa wajah lainnya yang dicurigai sebagai pelaku penyerangan Novel. Sketsa itu masih harus melalui sejumlah proses sebelum dipublikasikan.
Sebelumnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian telah menunjukkan satu sketsa wajah usai menemui Presiden Joko Widodo pada Senin lalu.
Argo enggan membeberkan sejauh apa proses yang sudah dilalui dan kesiapan sketsa kedua ini untuk bisa dirilis ke publik. Kendati sudah merilis satu sketsa pihak yang dicurigai, menurutnya tidak serta merta profil dalam sketsa bisa langsung ditetapkan sebagai tersangka atau pelaku.
Argo mengatakan pihaknya sudah menyebarkan sketsa ke masyarakat untuk mempercepat pencarian. Ia meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan orang mirip sketsa agar segera disampaikan ke pihak berwajib.
"Kita sudah sebarkan ke masyarakat. Jika ada info mirip-mirip silahkan sampaikan ke polisi, kita juga mencari," katanya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved