Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Pengembangan Kawasan Stasiun di Jabodetabek Ditawarkan ke Swasta

Erandhi Hutomo Saputra
31/7/2017 15:15
Pengembangan Kawasan Stasiun di Jabodetabek Ditawarkan ke Swasta
(ANTARA/Risky Andrianto)

PENGEMBANGAN kawasan sekitar stasiun dalam proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek akan ditawarkan kepada pihak swasta. Hal itu dilakukan agar tidak terlalu membebani anggaran negara sekaligus meningkatkan jumlah penumpang LRT.

"Kita juga memikirkan agar swasta dilibatkan lebih banyak, sehingga TOD-TOD itu akan dibuat semacam TOR lelang kepada swasta. Tidak dikerjakan oleh KAI," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat koordinasi penyelesaian proyek LRT di Kantor Kemenko Maritim Jakarta, Senin (31/7).

Dalam rapat tersebut, kata Budi, konsultan proyek Price Waterhouse Coopers (PwC) menyatakan jika pengembangan proyek LRT tidak harus dibiayai oleh negara, sehingga swasta bisa lebih berperan.

"Ada suatu potensi yang besar bahwasanya industri kereta api itu tidak saja harus dibiayai negara, tapi swasta sudah bisa diilbatkan," tukasnya.

Budi menambahkan, dengan pengembangan dilakukan oleh swasta, diharapkan jumlah penumpang akan meningkat sehingga subsidi yang diberikan pemerintah Rp1,3 triliun per tahun atau total 16 triliun dalam 12 tahun bisa berkurang. Pasalnya menurut hitungan pemerintah hingga saat ini pertumbuhan penumpang diperkirakan 5% per tahun dengan tarif Rp12.000.

"Pertumbuhan itu bisa digoyang menjadi 6% sampai 7%. Begitu pertumbuhan 7%, maka subsidi akan turun," tukasnya.

Dalam kesempatan itu Budi juga menyampaikan jika KAI mengusulkan agar pembangunan stasiun LRT tidak hanya sampai Cibubur melainkan sampai ke Bogor. Adapun rencana itu juga bakal ditawarkan kepada swasta.

"Kita ingin swasta itu juga sharing karena mereka akan mendapat manfaat aksesabilitas yang bagus," ucapnya.

Senada, Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto juga mengamini rencana mengikutkan swasta dalam pengembangan TOD. Budi mengaku pihaknya menyiapkan lahan seluas 50 hektar disekitar stasiun LRT untuk dikembangkan. "(Lahan yang disiapkan) 50 hektare," tukasnya.

Saat ini pihaknya tengah membuat TOR lelang TOD dan akan melakukan lelang dalam waktu dekat. "Segera (lelang)," ucapnya singkat.

Butuh Rp19 triliun

Menhub Budi menyebut keterlibatan swasta dalam proyek LRT itu juga akan berasal dari perbankan. Terdapat 2 bank swasta yang direncanakan membiayai yakni BCA dan Bank CIMB Niaga.

"Saya dapat keterangan dari Dirut Bank Mandiri kalau enggak salah BCA sudah mau dan satu lagi Bank Niaga," tukasnya.

Namun Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengaku keterlibatan BCA dan CIMB Niaga belum pasti. Saat ini yang pasti adalah keterlibatan bank-bank BUMN yakni Mandiri, BNI, dan Mandiri. "(BCA dan CIMB) Belum," tukasnya.

Adapun pembiayaan bank-bank BUMN dalam proyek LRT yakni Rp19 triliun dari total dana yang dibutuhkan sebesar Rp27 triliun. "Total 19 triliun," ucapnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya