Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Dewan Apresiasi Program Layani dengan Hati

Ssr/J-4
26/7/2017 08:26
Dewan Apresiasi Program Layani dengan Hati
(Petugas Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) Puskesmas Kebayoran Baru memeriksa warga sakit di Jakarta, Senin (15/5). -- ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

DPRD DKI Jakarta meminta manfaat program pelayanan Ketuk Pintu Layani dengan Hati (KPLDH) terus dikembangkan.

Program layanan kesehatan yang dijalankan sejak 3 tahun lalu itu dinilai signifikan membantu warga DKI, terutama dari golongan tidak mampu, untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Kinerja seluruh jajaran Dinkes DKI bekerja sangat maksimal. Warga Ibu Kota khususnya dari kalangan tidak mampu saat ini telah merasakan pelayanan kesehatan,” ujar Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Veri Yonnevil, saat rapat bersama jajaran Dinkes DKI, di gedung Dewan, kemarin.

DPRD meminta jajaran rumah sakit umum daerah (RSUD) yang terlibat dalam program tersebut terus berusaha mengoptimalkan pelayanan.

“Kami berharap, pimpinan RSUD, RSU kecamatan, dan puskesmas yang menerima pengaduan warga lebih cepat lagi merespons,” ujar anggota DPRD dari Komisi E Hasan Basri Umar.

Program KPLDH juga diprakarsai tim PKK DKI bekerja sama dengan sejumlah LSM. Kepala Dinas Pemprov DKI Jakarta, Koesmedi Priharto mengatakan, sejak program JKN diberlakukan, pasien yang berobat di seluruh puskesmas yang ada di Ibu Kota semakin banyak.

“Kalau ketemu wanita usia subur, kita akan cek IFA. Apabila ada bayi imunisasi, kalau ada lansia kita lanjutkan program di situ. Warga Jakarta yang belum memiliki BPJS, kita akan kasih. Harapan kami semuanya jadi data,” ujar Koesmedi kepada Berita Jakarta.

Dalam KPLDH, petugas kesehatan terdiri dari seorang dokter, perawat, dan bidan yang akan bertanggung jawab pada satu wilayah tertentu yang sudah ditetapkan. Satu tim KPLDH akan bertanggung jawab pada sekitar 5.000 jiwa dari wilayah yang telah ditetapkan.

Tugas utama tim KPLDH adalah melakukan tindakan preventif (pencegahan) dan promotif (pemeliharaan dan peningkatan), dengan tetap melakukan tindakan kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif bila diperlukan sebagai tin­dakan awal.

“Tindakan-tindakan tersebut diawali dengan melakukan pendataan kesehatan di wilayah kerja masing-masing, kemudian tim akan melakukan pengolahan data untuk menentukan prioritas masalah. Diharapkan, dengan adanya program KPLDH ini, permasalahan kesehatan di wilayah Jakarta semakin berkurang,” ujar Koesmedi. (Ssr/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya