Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Integrasi Antarmoda Dongkrak Minat Publik

24/7/2017 10:11
Integrasi Antarmoda Dongkrak Minat Publik
(ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA)

UPAYA pemerintah mengintegrasikan antarmoda transportasi terbukti berhasil mendongkrak minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencontohkan integrasi antarmoda yang ada di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan.

Jumlah penumpang yang naik/turun di stasiun itu melonjak setelah moda commuter line diintegrasikan dengan bus Trans-Jakarta.

"Luar biasa kenaikan jumlah penumpang di Stasiun Tebet, dari 25 ribu melonjak jadi 37 ribu setelah terintegrasi dengan bus Trans-Jakarta," ujar Budi saat meninjau Stasiun Tebet, kemarin.

Integrasi antarmoda di Stasiun Tebet, sambung dia, ialah salah satu contoh konsep transportasi perkotaan yang terkoneksi.

"Konsep antarmoda di perkotaan memang harus begitu. Oleh karena itu, saya minta Pemprov DKI dan PT KAI duduk sama-sama untuk membahas transit oriented development (TOD). Ini mesti di-garap secara baik," ujarnya.

Budi menerangkan konektivitas moda transportasi akan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Selain itu, kita akan desain secara baik supaya semuanya jadi efisien," ujarnya.

Ia menambahkan, di Jakarta akan disiapkan 17 titik integrasi commuter line dan bus Trans-Jakarta, yakni di Stasiun Pasar Minggu, Duren Kalibata, Cawang, Manggarai, Tebet, Jatinegara, Klender, Tanah Abang, Cikini, Jakarta Kota, Palmerah, Kebayoran, Juanda, Depok Baru, Karet, Sudirman, dan Grogol.

Setelah dua moda transportasi itu terhubung dengan baik, nantinya akan dikembangkan ke moda transportasi lain.

"Kita detailkan supaya konektivitas antarmoda, terutama bus Trans-Jakarta dengan commuter line bagus dulu. Baru kemudian kita berpikir ke antarmoda yang lain," jelasnya.

Soal hambatan perjalanan commuter line yang kerap terjadi saat akan masuk Stasiun Manggarai, Budi menjelaskan Stasiun Jatinegara dan Manggarai nantinya akan menggantikan peran Stasiun Gambir sebagai stasiun pemberangkatan dan kedatangan dari luar kota.

Tujuannya ialah menekan tingkat persinggungan antara kereta api rute luar dan dalam Jakarta.

"Nanti stasiun ke luar kota hanya dua, Stasiun Jatinegara dan Manggarai. Tidak ada lagi di Gambir. Jadi tidak ada crossing antara pergerakan rute luar dan dalam kota Jakarta," katanya.

Pemisahan jalur itu, sambungnya, baru bisa dilakukan setelah proyek jalur double double track Manggarai-Cikarang rampung pada 2018.

Dengan rel dua tingkat untuk memisahkan jenis perjalanan kereta api itu (kereta api jarak jauh, commuter line, dan kereta Bandara Soekarno-Hatta), persinggungan antar-kereta tak akan terjadi lagi. (Cah/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya