Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Melawan, Tembak Saja

21/7/2017 15:16
Melawan, Tembak Saja
(MI/ROMMY PUJIANTO)

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian menegaskan polisi akan menindak dengan tegas para pelaku narkoba, khususnya warga negara asing (WNA).

Pelaku kasus narkoba dari negara asing, menurutnya, masih menganggap penegakan hukum di Indonesia lemah.

"Bahkan, saya sudah sampaikan selesaikan secara adat. Artinya, melawan, tembak. Dalam kasus ini satu orang tertembak mati warga negara Taiwan," tutur Tito.

Tindakan tegas tersebut, ujarnya, perlu dilakukan agar ada efek jera.

Alasannya, sindikat narkoba asing menilai Indonesia sebagai pasar potensial.

Hal itu diakui pula oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan saat ini Indonesia menjadi pasar terbesar di dunia.

"Hal itu terjadi karena narkoba jenis apa pun ada di Indonesia dan semua terserap," kata pria yang akrab disapa Buwas itu dalam diskusi bertajuk Strategi pencegahan dan penanggulangan peredaran narkoba di Indonesia, kemarin.

Sebagai contoh, sambungnya, beberapa waktu lalu otoritas Tiongkok mengabarkan 250 ton sabu dan 1.097,6 ton prekursor disuplai ke Indonesia.

Sabu itu masuk pada 2016 dan diduga telah diedarkan.

"Secara data faktual tidak ada yang keluar lagi dari Indonesia atau habis terpakai. Artinya, kita harus memahami masalah narkotika ini yang paling serius di Indonesia," papar Buwas.

BNN mengaku belum bisa mendeteksi siapa saja sindikat internasional yang 'bermain' serta mengatur peredaran narkoba di Indonesia.

Ia berharap dapat menemukan benang merah dengan pengungkapan sejumlah kasus serupa meski realitasnya jaringan itu selalu menerapkan sistem sel terputus.

Buwas mengatakan BNN punya keterbatasan teknologi dan kemampuan SDM dalam usaha menguak jaringan distribusi narkoba, termasuk jaringan di sejumlah lembaga pemasyarakatan.

"Dengan demikian, kita tidak bisa memetakan secara utuh siapa saja jaringan itu. Nanti baru bisa diketahui kalau ada pengungkapan dan ini (pelaku) satu jaringan atau tidak, termasuk menelusuri TPPU (tindak pidana pencucian uang)," ujarnya.

BNN berharap ada kepedulian dan kerja keras dari semua lembaga pemerintah dan penegak hukum serta seluruh elemen masyarakat terhadap persoalan narkoba.

Pengungkapan jaringan narkoba, ujarnya, tidak bisa hanya dilakukan dengan mengandalkan BNN, kepolisian, dan Bea Cukai.

"Apalagi, Presiden Joko Widodo telah berulang kali menyatakan perang terhadap narkoba yang merupakan penghancur generasi bangsa yang masif. Marilah kita menjaga negeri ini dari kehancuran," pungkasnya. (Gol/Nic/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya