Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Ratusan Reflektor Koridor 13 Hilang Dijarah

Sru/J-1
21/7/2017 10:24
Ratusan Reflektor Koridor 13 Hilang Dijarah
(Dok. MI/Galih Pradipta)

BELUM genap sebulan dipasang, ratusan marka jalan ‘mata kucing’ yang terpasang di sepanjang jalan layang koridor 13 Trans-Jakarta sudah raib dijarah orang.

Selain itu, kata Kepala Seksi Simpang dan Jalan tidak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Imam Adi Nugraha, 12 halte Trans-Jakarta di sepanjang jalur itu penuh dengan coretan cat semprot.

“Saya lupa angka pastinya, tapi dari ribuan mata kucing yang dipasang, ratusan sudah hilang. Fasilitas lainnya seperti plang peredam suara dan halte juga penuh coret­an di dindingnya,” ujarnya, kemarin.

Hilangnya marka jalan berupa road stud atau lampu reflektor itu diketahuinya saat akan menguji kekuatan koridor yang menghubungkan Jalan Ciledug Raya dan Jalan Pierre Tendean itu.

Hilangnya marka jalan dan coretan vandalisme mencoreng proyek miliaran rupiah yang akan segera diresmikan dalam waktu dekat itu.

“Semua yang hilang akan diperbaiki dan diganti karena masih dalam masa perawatan kontraktor selama dua tahun,” ujar Imam.

Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Transportasi Jakarta untuk mengantisipasi kejadian serupa berulang. “Kami menduga marka-marka itu dicuri karena semua polanya sama,” imbuh Imam.

Belum dipasangnya lampu penerangan di jalur tersebut, ditambah lagi tidak adanya penjagaan di jalur itu, ujar Imam, membuat siapa pun bisa dengan leluasa masuk ke koridor 13. Terlebih di malam hari, jalur itu gelap gulita.

Sementara itu, dalam uji kekuatan dengan diberi beban statis itu, didapati konstruksi bangunan koridor 13 sudah memenuhi standar keamanan.

“Dari segi kontruksi sudah baik seperti ketebalan aspal yang pas setebal 5 centimeter serta jalan yang tidak licin,” jelasnya.

Selain aspal, ketinggian dinding pembatas sudah disesuaikan dengan ketinggian bus dan laju kendaraan. Dinding jalan setinggi 1,44 meter, dilengkapi dengan kerangka baja khusus yang tahan terhadap benturan keras, membuat bus aman untuk berlalu lalang di jalan layang itu.

“Tinggi dindingnya sudah diperhitungkan, sedangkan untuk benturan dinding ini terbuat dari kerangka baja khusus yang dilapisi beton dengan tebal 30 centimeter. Jadi aman terhadap benturan keras,” paparnya.

“Uji beban ini kita fokuskan untuk ruas yang cukup krusial atau tanpa tiang penyangga. Jadi harus dipastikan ketahanannya,” tandasnya. (Sru/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya