Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Djarot Saiful Hidayat turun dari mobil dinas. Waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB. Beberapa warga yang sudah menunggu di Balai Kota DKI segera merubungi. Djarot menyambut dengan tersenyum lalu meladeni keluhan mereka satu per satu.
Mantan Wali Kota Blitar tersebut dapat dengan santai melayani karena jumlah warga yang datang mengadu sudah terhitung dengan jari. Berbeda dengan era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), selasar Balai Kota DKI selalu penuh sejak pukul 06.00 WIB.
Siti Kadaryah, salah satu yang datang mengadu, kemarin, melaporkan kepada Gubernur DKI bahwa sampai saat ini dia belum mendapat unit rumah susun sebagaimana dijanjikan. Padahal mantan warga Bukit Duri tersebut sudah kehilangan tempat tinggalnya di bantaran Kali Ciliwung.
Meski belum ada kepastian akan mendapatkan unit, Siti yang kini tinggal menumpang di rumah saudaranya di Pejompongan, Jakarta Barat, mengaku senang sudah dapat menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur DKI.
“Saya berharap sekali cara pengaduan seperti ini dipertahankan. Tolong kebiasaan menerima keluhan warga juga dibiasakan oleh Gubernur DKI berikutnya. Kami merasa sangat tertolong,” ungkap Siti yang mengaku telah berurusan dengan sejumlah pihak, namun belum juga mendapatkan unit.
Sebenarnya Gubernur DKI Djarot sudah menyiapkan sejumlah meja untuk menampung keluhan masyarakat. Nyatanya warga tetap saja lebih memilih bertatap muka langsung dengan orang nomor satu di Balai Kota DKI itu.
“Saya sudah siapkan pengaduan khusus agar semua terlayani. Tapi, namanya masyarakat ya begitu, kita tidak bisa melarang mereka dekat dengan pemimpinnya. Mereka ingin bertemu dan mengadu langsung ke saya ya silakan,” ujarnya.
Pada era Ahok, masyarakat memang dilayani satu per satu. mengingat jumlah warga yang mengadu semakin hari kian banyak, Djarot yang ketika itu masih menjabat Wakil Gubernur DKI mengubah sistem layanan pengaduan agar tidak rebutan.
Staf pengaduan disiapkan di selasar pendopo lengkap dengan meja dan kursi buat bertatap muka. Menurut salah satu petugas keamanan dalam Balai Kota DKI, Iqbal, tidak ada perbedaan pelayanan pengaduan antara era Ahok dan Djarot. Semua dilayani secara baik.
“Bedanya cuma, dulu Pak Basuki langsung menerima pengaduan, sekarang kepada staf pengaduan. Kami melayani semua yang datang mengadu ke Balai Kota,” lanjut Iqbal.
Pengaduan terbanyak yang diterima selama era Djarot menjabat Gubernur DKI yakni terkait kepemilikan rumah susun, belum mendapat Kartu Jakarta Pintar, dan tanah diserobot. (Sri Utami/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved