Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Ke Yogyakarta, Anies Belajar Menata Ibu Kota

20/7/2017 08:19
Ke Yogyakarta, Anies Belajar Menata Ibu Kota
(ANTARA/RENO ESNIR)

GUBERNUR DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan, menimba ilmu tentang pemerintahan daerah dengan berkunjung ke DIY.

Anies bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, di kediaman Sultan di Keraton Kilen.

Ia mengaku, belajar banyak kepada Sultan HB X mulai soal menjaga warga, menumbuhkan partisipasi warga, pengelolaan keuangan, pengaturan hubungan pusat dengan daerah, masalah-masalah tata kelola pemerintahan, dan lain- lain.

Baginya, belajar dari DIY penting karena DIY dan DKI Jakarta memiliki kesamaan dalam hal kebinekaan, yaitu warganya banyak dari berbagai daerah.

"Bedanya, yang datang ke Yogyakarta untuk belajar, kalau di Jakarta orang datang untuk bekerja," kata Anies, kemarin.

Anies juga berkunjung ke Sungai Winongo. Di sini dia belajar tentang penataan kawasan sungai.

Menata itu berarti mengajak warga berembuk untuk mencari solusi bersama.

Seperti yang diterapkan di kampung di Sungai Winongo. "Penataan harus melibatkan masyarakat.

Saat kampanye kemarin kami bilang mau menata kampung, bukan menggusur," kata Anies.

Dengan semangat tersebut, masyarakat bisa sadar dan mampu melihat sungai sebagai salah satu pusat kegiatan, bukan area belakang.

"Rumah tidak lagi membelakangi sungai, tetapi menghadap sungai," katanya.

Menurut Anies, konsep penataan di Kampung Tongkol, Jakarta, mirip dengan di Sungai Winongo.

Rumah warga ditata dengan memundurkan bangunan rumah 5 meter dari sungai dan mengubah arah hadap rumah ke sungai, serta telah dilengkapi berbagai infrastruktur, termasuk jalan inspeksi.

Untuk mewujudkan penataan sungai yang baik, menurut dia, yang penting ada kemauan dari pemerintah.

Dengan demikian, perkampungan di bantaran sungai bisa ditata, bukan menggusur.

Menanggapi kunjungan Anies, Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) DIY Endang Rohjiani mengaku senang.

Ia pun dengan senang hati berbagi ilmu tentang proses penataan kampung di kawasan Sungai Winongo.

Menurut dia, penataan kampung di Sungai Winongo bukan program instan dan cepat terlaksana, melainkan membutuhkan proses untuk membangun kesadaran masyarakat.

"Jika kesadaran sudah muncul, program penataan sungai akan berhasil dijalankan," jelas dia. (AT/AU/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya