Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
ALUNAN tehyan mengiringi lenggok ondel-ondel di pelataran seluas 80 meter persegi yang pada kemarin siang meriah berhiaskan lampion merah.
Perpaduan alat musik tradisional dari Tiongkok dan boneka raksasa khas Betawi itu menandai peresmian pemugaran bangunan yang berdiri di atasnya.
Itulah bangunan Wihara Dharma Bakti yang terletak di kawasan pecinan, Petak Sembilan, Taman Sari, Jakarta Barat.
Setelah dilanda kebakaran pada Maret 2015, kini wihara itu mulai direnovasi.
Pembangunan memang baru masuk tahap awal. Tapi pihak yayasan menilai itu perlu dirayakan dengan baik, sesuai dengan identitas wihara yang selama ini menjadi simbol keharmonisan antaretnik.
"Kami sengaja buat konsep acara ada paduan budaya untuk menjaga keberagaman di wihara bersejarah ini," kata Ketua Umum Yayasan Dharma Bhakti, Tan Adi Pranata.
Niat itu tampaknya bersambut.
Di luar pagar wihara, warga pribumi pun tampak menyemut.
Mereka asyik menyaksikan ondel-ondel dan barongsai pada perayaan siang itu.
Ada juga bocah-bocah yang ikut bergoyang seiring dengan musik.
Di dalam bangunan, api yang melalap wihara dua tahun lalu itu masih meninggalkan sisa.
Di ruangan yang dulunya merupakan tempat sembahyang, tanda-tanda bekas terbakar masih tampak jelas.
Kayu-kayu penyangga di sana menjadi hitam pekat.
Pascakebakaran altar pun dipindahkan ke sebuah ruangan baru di belakang ruang yang terbakar.
Meski di ruang sementara, aktivitas sembahyang tidak terganggu.
Mereka yang datang bersembahyang tetap ramai.
Kini, pihak yayasan sangat berhati-hati menjaga agar kebakaran tidak terulang.
"Misalnya kalau malam lilin dimatikan, subuh baru dinyalakan lagi," tuturnya.
Wihara berusia 367 tahun itu diharapkan bisa kembali persis seperti semula.
Pembangunan pun perlu dilakukan dengan teliti.
Diperkirakan, proses itu baru selesai dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.
Agar detail bersejarahnya tetap terjaga, pihak yayasan pun melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta dalam pembangunan itu.
"Kami melibatkan ahli agar ornamen dan ciri bangunan sama persis, seperti kayu-kayu dan ornamen lain," tambah Tan.
Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno yang hadir di acara itu menyebut Wihara Dharma Bakti merupakan contoh keberagaman etnik di Jakarta.
Dengan hadir di tengah pribumi, pusat sembahyang etnik Tionghoa itu mampu menjaga keharmonisan yang, kata Sandi, harus dilestarikan.
"Pembangunan dilakukan bahu-membahu. Melihatnya saja, cukup membuat saya bahagia," tuturnya.
Saat menjabat nanti, Sandi berjanji, akan sesegera mungkin berkomunikasi dengan DPRD untuk membahas rencana pemberian bantuan pembangunan dan renovasi wihara. (Akmal Fauzi/J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved