Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Pusat siap dengan penyesuaian tarif pascaterbitnya kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk perbaikan fasilitas angkutan kota (angkot).
Organda menilai penyesuaian tarif bukan masalah selama prakondisi berbagai asepek telah siap betul sebelum pemasangan fasilitas pendingin udara (air conditioner/AC) di angkot.
"Banyak yang harus dibicarakan. Pendingin udara itu hanya salah satu dari atribut sevisnya. Tapi harus dipikirkan suplai sarananya bagaimana? Sehingga orang membayar jasa karena servisnya," ujar Sekjen Organda Pusat Ateng Har-yono, kemarin.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI menerima keluhan dari kalangan bisnis karena biaya pemasangan AC itu dinilai mahal di tengah terpuruknya usaha angkutan umum konvensional saat ini, yakni senilai Rp15 juta per unit.
Karena itu, Dishubtrans DKI Jakarta mengaku masih menunggu Organda memberikan usulan tarif baru yang sesuai dengan biaya tersebut.
"Kami sudah meminta Organda untuk segera memberikan usulan angka tarif baru. Selanjutnya akan dipelajari tarif tersebut dan dilakukan pertemuan," ujar Wakil Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Sigit Widjatmoko, kemarin.
Saat ini, lanjut Sigit, pihaknya masih mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk pemasangan AC di setiap angkot.
"Jadi selanjutnya, saat kesepakatan tarif sudah didapatkan, langsung dipasang," tandasnya.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat.
Pasalnya, dalam Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 diatur tentang kewajiban angkot ber-AC yang paling lambat dilakukan Februari 2018. (Sru/J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved