Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sempat melawan secara hukum, warga pemilik rumah di RT 01-04 RW 12, Bantaran Kali Ciliwung, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, akhirnya mengikhlaskan rumah mereka dibongkar.
Icat, 22, salah satu warga RT 04/12, pasrah menyaksikan alat berat menghancurkan rumah orangtuanya. Meski mengikhlaskan, ia mengaku sedih karena rumah itu merupakan satu-satunya kenangan peninggalan orangtuanya.
"Saya lahir 1995 di sini, gede di sini. Sedih juga melihat rumah Baba (Bapak) dirobohkan," ujar Icat kepada Media Indonesia dengan mata berkaca-kaca, kemarin.
Sebanyak 673 personel gabungan diturunkan untuk menertibkan 355 bangunan yang masih berdiri. Sebagian besar warga memang sudah pindah ke rumah susun sewa yang disediakan Pemprov DKI. Meski demikian, beberapa warga sengaja mendatangi lokasi penggusuran untuk menyaksikan langsung prosesi penggusuran permukiman yang bersejarah bagi mereka.
Icat mengaku ia dan ibunya tinggal di rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur, sejak sebulan lalu. Relokasi membuat kehidupan keluarganya lebih baik lantaran jauh dari banjir.
Hanya pemindahan ke rusun berdampak pada pekerjaan. "Kalau di Bukit Duri, kami bisa kerja serabutan, ngamplas bikin kusen. Kalau di Rawa Bebek, sepi, saya belum dapat kerjaan. Ke sini juga jauh," jelas Icat.
Bangunan yang diratakan berada pada radius sepanjang 700 meter mulai Jembatan Tongtek hingga kawasan perumahan Garuda, Jakarta Selatan. Dengan demikian, sudah 9 kilometer pembenahan bantaran Kali Ciliwung dapat dinormalisasi dari total 19 kilometer.
Setelah seluruh bangunan diratakan dengan tanah yang ditargetkan selesai hari ini, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) menargetkan pembangunan jalan inspeksi sepanjang bantaran Kali Ciliwung selesai dalam waktu empat bulan.
Di sepanjang bantaran RT 01-04 RW 12, tempat ratusan rumah yang diratakan dengan tanah itu, akan langsung dipasangi 1.400 turap baja. "Besok kami pasang sheet pile (turap baja). Lama pengerjaan kami targetkan sekitar empat bulan," tandas Kepala BBWSCC T Iskkandar.
Tahun ini, kata dia, merupakan akhir program normalisasi tahun jamak yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Sumber Daya Air sejak 2013. Total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp1,18 triliun.
Kendala yang dihadapi ialah kontur tanah rendah. Karena itu, pihaknya memasang turap baja di daerah rendah. Dataran tinggi tetap fondasi alam. Gan/J-2
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved