Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Baru Dicurigai, PT Jakpro Diaudit BPKP

10/7/2017 10:15
Baru Dicurigai, PT Jakpro Diaudit BPKP
(ANTARA/Sigid Kurniawan)

AUDIT terhadap PT Jakarta Propertindo (Jakpro) karena permintaan tambahan anggaran bukan disebabkan adanya dugaan penyelewengan.

Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta Tuty Kusumawati di Balai Kota, kemarin.

"Belum ada temuan, tapi audit ini harus dilakukan berkala seperti perintah Presiden yang diaudit BPKP. Monitoring dan evaluasi (monev) ini belum termasuk kelayakan harga. Maka, kami mengusulkan sekaligus diperiksa," jelasnya.

Sebelumnya, PT Jakrpro diberi tugas membangun sarana Asian Games 2018.

Awalnya proyek tersebut mendapat dana dari APBD DKI 2016 sebesar Rp2,6 tri-liun.

Belakangan mereka meminta tambahan sebesar Rp3,5 triliun.

Total anggaran yang dikucurkan ke PT Jakpro sebesar Rp6,8 triliun.

"Ada yang berpendapat harga itu kemahalan. Maka untuk mengetahui persis mahal atau tidak, harus ada evaluasi kelayakan yang dilakukan BPKP. Ada 11 aspek yang ditinjau ulang termasuk pelaksanaan pengadaan barang dana jasa. Dari sana baru bisa tahu ada yang tidak beres atau tidak," ujarnya.

Direktur Utama PT Jakpro Satya Hergandhi mengatakan kontrak proyek pembangunan sarana Asien Games senilai Rp6,8 triliun sudah disepakati.

Penyaluran anggaran tersebut diberikan secara bertahap termasuk Rp3,5 triliun yang diminta tahun ini.

"Karena di tahun inilah pembangunannya dikebut karena beberapa barang sedang dimpor dan dipasang tahun ini juga. Nanti di tahun berikutnya anggarannya tidak sebesar itu," jelasnya

Di sisi lain, menurut anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Syarif, audit yang dilakukan BPKP dinilai tidak tepat.

Seharusnya audit tersebut dilakukan BPK dengan intsrumen audit investigatif.

"Kurang tepat dilakukan BPKP. Harus audit investigasi karena ini menyangkut anggaran yang besar dan merupakan uang rakyat," tegasnya

PT Jakpro bertanggung jawab atas tiga proyek Asian Games 2018.

Ketiga proyek itu antara lain pembangunan light rail transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome, arena equestrian atau arena balap kuda, dan velodrom atau arena balap sepeda. (Sru/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya