Minggu 09 Juli 2017, 21:26 WIB

Alumni ITB Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Hermansyah

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Alumni ITB Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Hermansyah

ist

 

KETUA Ikatan Alumni ITB Jakarta, Abdi Munif, meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus Hermansyah yang mengalami pengeroyokan dan penganiayaan di Jalan Tol Jakarta Timur.

"Kondisinya sekarang sudah selesai operasi, sedang dibersihkan luka-lukanya," katanya di Rumah Sakit Hermina Depok, Minggu (9/7).

Ia mengatakan, kasus tersebut biar ditangani aparat kepolisian untuk diketahui penyebab pengeroyokan dan penganiayaan.

"Kita tak mau ngarang-ngarang ya," katanya.

Abdi juga mengatakan menurut keterangan istri korban yang menjadi saksi bahwa pelakunya lima orang dan dalam dua mobil.

"Herman kan berjalan berdua dengan istrinya, dan istrinya tidak mengalami luka-luka," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap yang pertama kasus ini harus segera diusut tuntas, cepat, dan diungkap pelakunya sekaligus motifnya apa supaya tidak berkembang yang macam-macam.

"Kedua, kejadian apapun ini merupakan kekerasan, kita minta polisi memberi jaminan untuk meningkatkan perlindungan kepada warga khususnya, kebetulan Herman ini aktivis yang kritis terhadap beberapa hal, ini perlu diberi jaminan," tambahnya.

Dikatakannya, Herman cukup aktif di Ikatan Alumni ITB dan sering memberikan masukan. Dia lebih memberi masukan kepada isu-isu yang sedang berkembang sebagai ahli IT.

"Saya lihat pergaulan dia bagus. Secara pribadi juga orangnya enak. Hari Jumat kemarin masih telepon sama saya malam-malam dan janjian ketemuan Senin," jelasnya.

Pakar telematika, Hermansyah, menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan di Tol Jagorawi KM 6 (antara TMII dan Tol JORR) Jakarta Timur.

"Dari hasil pengecekan ke RS Hermina diketahui ada pasien yang diduga korban pengeroyokan dan penganiayaan sebagaimana dimaksud Pasal 170 jo 351 KUHP sekitar pukul 04.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho.

Ia menjelaskan kejadian penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, ketika itu korban dan adiknya menggunakan 2 mobil dari arah Jakarta bermaksud pulang ke Depok, di mana korban menggunakan mobil Toyota Avanza nomor polisi B-1086-ZFT.

Ketika iringan pulang di Tol Jagorawi, lanjut Firdaus, mobil yang dikendarai adiknya kejar-kejaran dan saling pepet dengan mobil sedan sehingga mobil adiknya kesenggol dan korban berinisiatif membantu adiknya dengan mengejar mobil sedan tersebut. Namun, dari arah belakang ada mobil Honda Jazz yang merupakan teman dari pengendara mobil sedan memepet mobil korban.

"Sekitar KM 6 Tol Jagorawi mobil korban disuruh menepi oleh pelaku kemudian korban oleh pelaku disuruh membuka pintu," ungkapnya.

Setelah korban turun langsung diserang oleh para pelaku yang berjumlah sekitar 5 orang, dan seorang di antaranya menggunakan senjata tajam setelah itu para pelakunya melarikan diri.

"Akibat kejadian tersebut korban terluka di bagian kepala, leher, dan tangan, lalu korban menyender di jok mobil dan sempat ditolong oleh petugas Jasa Marga kemudian korban dibawa ke RS Hermina Depok," ujarnya. (Ant/OL-2)

Baca Juga

Antara

Positivity Rate di DKI Makin Turun, Kini Hanya 0,6%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 20:20 WIB
Pemprov DKI terus menggencarkan vaksinasi covid-19. Untuk vaksin dosis pertama sudah mencapai 10,79 juta orang dan dosis kedua menyasar...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Polisi: Utang Rp1 Juta di Pinjol Ilegal Membengkak jadi Rp50 Juta

👤zaenal arifin 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 20:10 WIB
Masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal mengalami ganguan kejiwaan setelah mengetahui total pinjaman yang harus dibayar berkali-kali...
Antara/Indiranto Eko Suwarso

Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat, Monas Belum Dibuka untuk Wisatawan 

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 18:29 WIB
Dia menambahkan, saat ini UPT Monas sedang menunggu keputusan pemerintah untuk diizinkan kembali...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya