Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Tangerang, Banten, menolak kewajiban angkutan kota (angkot) dilengkapi pendingin udara (air conditioner/AC).
Alasannya, pengusaha angkutan umum di kabupaten itu tak punya modal untuk memasang AC di angkotnya.
"Ini akan menambah beban biaya operasional, sementara pendapatan belum tentu meningkat," kata Ketua Organda Kabupaten Tangerang, Dan Persada, kemarin.
Ia mengaku telah mengeluarkan imbauan kepada para pemilik angkot agar memasang AC di kendaraan mereka.
Namun, imbauan itu tak mendapat respons.
Imbauan itu sejalan dengan Per-aturan Menteri Perhubungan No 29/2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek.
Beleid itu mewajibkan seluruh angkutan kota dilengkapi fasilitas pendingin udara mulai tahun 2018.
"Peraturan itu memang bagus untuk kepentingan publik tapi akan terasa sulit untuk diterapkan di wilayah ini," kata Dan.
Apalagi, sambungnya, pengusaha angkot selama ini masih belum lepas dari kesulitan akibat tingginya biaya suku cadang kendaran.
Penolakan atas kewajiban angkot ber-AC juga datang dari Organda Kota Bogor.
Freddy Djuhardy, Wakil Ketua Organda Kota Bogor, mengatakan para pengambil keputusan di tingkat pusat tidak memikirkan kearifan lokal.
Para pengambil keputusan dinilainya hanya menggunakan Jakarta yang notabene kota metropolitan sebagai dasar pengambilan keputusan angkot harus ber-AC.
"Harusnya pikirkan satu hal, yakni kearifan lokal. Artinya AC itu untuk siapa, untuk trayek mana? Tentunya, harusnya mix dengan kewilayahan," kata dia.
Sejatinya, sambung dia, angkot ber-AC bukanlah barang baru di Bogor.
Di Kota Hujan itu pernah diperkenalkan angkot eksklusif karena dilengkapi AC, namun program itu gagal total.
Penyebabnya adalah rute angkot di kota itu yang kebanyakan jarak pendek.
Dengan pendeknya jarak itu, dalih dia, pintu angkot harus selalu terbuka.
"Mereka itu sekarang enggak pa-sang AC karena percuma. Tidak efektif karena pintunya dibuka terus. Sangat merepotkan harus buka-tutup pintu di jarak yang pendek. Selain itu juga akan boros pada bahan bakar," katanya. (DD/Ant/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved