Sabtu 28 Juli 2018, 08:30 WIB

Guru Daerah Khusus Perlu Kompetensi Tambahan

Puput Mutiara | Media Guru
Guru Daerah Khusus Perlu Kompetensi Tambahan

ANTARA

 

PEMERINTAH, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  (Kemendikbud), menggantungkan harapan besar kepada para guru yang  mengabdikan diri untuk mengajar di daerah khusus, khususnya di wilayah  terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 

Namun kenyataannya, menjadi guru di daerah khusus kerap memiliki  permasalahan dan tantangan tersendiri. Hal itu mendorong guru-guru tersebut harus memiliki kompetensi tambahan untuk mengatasi rendahnya kualitas pembelajaran. 

Berdasarkan data, meskipun rasio murid guru di Papua, misalnya, rata-rata sudah 14 : 1 dari angka ideal 15 : 1 menurut Peraturan Pemerintah No. 74/2008 tentang Guru, namun secara kualitas, tingkat harapan sekolah dan melek huruf di Papua masih sangat rendah yakni di  angka 10 dan 71. 

Dengan demikian, kompetensi tambahan bagi guru khusus mutlak diperlukan agar sanggup mengatasi persoalan pendidikan yang mayoritas dialami oleh  daerah-daerah di Indonesia bagian timur. Masalah lain yaitu rendahnya  motivasi orang tua/masyarakat, kondisi alam, serta akses yang masih sulit terjangkau. 

 

PGDT 

Namun demikian, permasalahan dan tantangan kontekstual yang dihadapi oleh guru daerah khusus, tidak diposisikan sebagai suatu kondisi kepasrahan, akan tetapi kondisi ini direspon baik oleh Ditjen GTK melalui program pelatihan guru daerah tertinggal (PGDT). 

Program tersebut ditujukan bagi guru-guru di daerah khusus dengan durasi pelatihan selama tiga bulan dan diberikan sebelum guru-guru daerah khusus mengikuti program pendidikan profesi guru (PPG). Tujuannya selain sebagai bentuk pelatihan fungsional dan kontekstual juga pengkondisian awal bagi guru daerah khusus dalam mengikuti PPG. 

Struktur kurikulum dalam program PGDT dirancang agar mampu mengembangkan kompetensi tambahan bagi guru daerah khusus. Pengembangan kompetensi tambahan yang dimaksud, meliputi empat gugus kompetensi tambahan. 

Gugus pertama, materi dalam PGDK harus mendorong terbentuknya guru daerah khusus yang memiliki jiwa tangguh dalam mengatasi berbagai kondisi alam, peserta didik dan nilai atau budaya lokal yang menghambat proses pembelajaran. 

Gugus kedua, materi dalam program PDGK harus memberikan keterampilan dasar mengajar (Basic Teaching Skill), seperti psikologi pendidikan, memahami karakteristik belajar peserta didik, metode didaktik, keterampilan membuat perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, penilaian hasil belajar dan laporan hasil belajar. 

Gugus ketiga, materi dalam program PGDK harus mengembangkan sikap dan keterampilan guru untuk bertindak secara kreatif dan inovatif. Gugus keempat, materi yang disampaikan dalam program PGDK harus meningkatkan keterampilan komunikasi-persuasif bagi para guru daerah khusus. 

Terlepas dari empat gugus tersebut, kemampuan komunikasi persuasif bagi guru daerah khusus merupakan instrumen utama dalam membangun saluran komunikasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintahan daerah, orang tua siswa, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan stakeholder lainnya yang dipandang memberikan dinamika terhadap proses pembelajaran. (RO/X10-25) 

 

Baca Juga

KKP

KKP Salurkan 5 Ton Ikan Kembung di Posko PPKM Darurat Bogor

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 14 Juli 2021, 19:51 WIB
Penyerahan paket tersebut dilakukan di posko logistik PPKM darurat di Gedung Wanita, Jalan Jenderal Sudirman,...
Dok. Kemendikbud

Hasil UN akan Jadi Rujukan Perbaikan Proses Pembelajaran

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Juni 2019, 16:59 WIB
Mulai tahun ini, pola pelatihan guru akan diubah lebih fokus pada permasalahan atau...
Dok Kemendikbud

Perkuat Pendidikan Karakter, Kemendikbud Gandeng LVRI

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 13 Mei 2019, 20:34 WIB
Dalam pendidikan karakter ada pendidikan religius atau keagamaan, lalu ada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya