Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Korban Awan Panas Sinabung Nekat Berladang

(PS/BB/BN/FL/N-2)
23/5/2016 01:30
Korban Awan Panas Sinabung Nekat Berladang
(ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

SEJUMLAH 10 warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, tersambar awan panas Gunung Sinabung, Sabtu (21/5). Sampai kemarin, 7 orang tewas dan 3 kritis. "Saat kejadian korban sedang beraktivitas di ladang. Seharusnya lokasi kejadian di Desa Gamber itu kosong karena masuk radius 4 kilometer yang harus dikosongkan," papar juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Warga Desa Gamber, lanjut dia, telah lama berada di pengungsian. Mereka akan direlokasi secara mandiri. Sebelumnya, pemerintah sudah memberikan bantuan sewa lahan pertanian dan sewa rumah. Awan panas Gunung Sinabung terjadi empat kali selama Sabtu. Awan panas menyebar hingga radius 4,5 kilometer dari kawah Sinabung. Kabid Humas Polda Sumatra Utara, Ajun Komisaris Besar Sari Ginting, menambahkan, tiga korban tewas di tempat kejadian.

Saat dalam perawatan di RSUP H Adam Malik, Medan, empat korban tidak tertolong karena menderita luka bakar parah. "Saat ini dua korban masih dirawat intensif di RSUP H Adam Malik, yakni Cahaya Sembiring, 57, dan Cahaya Br Tarigan, 45," tambahnya. Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Sabrina Tarigan mengakui sebagian warga tetap berladang di daerah terlarang meski jalan masuk ke sana sudah diportal. "Saat kejadian ada 25 kepala keluarga yang nekat masuk ke desa lagi untuk bertani." Letusan Gunung Sinabung mulai terjadi pada September 2013. Ribuan warga masih berada di pengungsian dan sebagian sudah direlokasi ke tempat yang aman.

Di Sukabumi, Jawa Barat, pemerintah kabupaten sudah melakukan antisipasi jika Gunung Gede dan Gunung Salak, yang berada di wilayah itu, meletus. "Jika kedua gunung meletus, dampaknya akan dialami warga di tujuh kecamatan. Kami sudah mengantisipasinya dengan melakukan berbagai langkah," kata Irwan Fajar, Kabid Pencegahan BPBD Sukabumi.

Dari Gunung Semeru, Jawa Timur, dikabarkan dua pendaki hilang di gunung yang berada di Kabupaten Lumajang itu.
Mereka terpisah dari rombongan sejak Jumat (20/5). Pendaki yang hilang ialah Supyadi, 26, dan Zirli Gita Ayu Savitri, 16. Keduanya warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. "Titik pencarian difokuskan di Sumber Mani dan Watu Besar," kata Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Antong Hartadi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik