Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TERPILIHNYA Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar dipercaya bakal sedikit meninggalkan riak-riak yang berpotensi memunculkan konflik internal. Untuk itu, Setya perlu berbenah sedari awal di partai beringin itu.
Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf mengatakan potensi konflik harus diminimalisir sedari awal. Caranya, Setya perlu melakukan konsolidasi kepada pihak-pihak yang kemarin tidak mendukungnya.
"Kalau Setya berjalan sendiri, bukan mustahil orang-orang akan lepas dari Golkar. Itu tidak akan terjadi kalau Setya merangkul semua pihak," kata Asep saat dihubungi, Rabu (18/5).
Langkah konsolidasi, kata Asep, merupakan fase yang paling penting. Fase tersebut agar dapat memastikan bahwa semua pihak akan bekerja sama, bersinergi, tanpa melihat lagi proses pemilihan yang kemarin.
Kemudian, soal program kerja. Setya diharapkan dapat menampung aspirasi soal program kerja dari semua pihak. Hal tersebut, kata dia, agar Setya dapat memperkaya visi dan misi dalam masa kepemimpinannya.
Selain itu, Setya juga perlu mempertimbangkan strategi kebijakan dalam menjalankan organisasi. Hubungan dengan pemerintah, partai lain, kader, serta nonkader, harus dirawat dengan baik.
"Yang biasanya rawan itu fase konsolidasi. Kalau gagal melewati fase konsolidasi, gagal ke sananya (ke dua fase berikutnya). Akan lebih rumit lagi. Soal program dan kebijakan bisa lebih mudahlah," tuturnya.
Konsolidasi internal partai dipercaya tidak akan mulus. Setya harus pintar-pintar merangkul simpatisan eks rival-rivalnya selama munaslub kemarin.
Asep mengatakan figur Setya jadi peran penting dalam konsolidasi. Sebab, konsolidasi bergantung pada figur itu sendiri.
Soal sosok Setya yang kerap kontroversial, Asep mengatakan, mantan Ketua DPR RI yang terseret kasus 'Papa Minta Saham' itu sedari sekarang harus mengubah pandangan itu.
"Maka Setya harus memastikan semua pihak harus bekerja sama, bersinergi. Sepanjang Setya Novanto mampu berwibawa untuk menjalankan ini. Kalau tidak, gagal dia, akan berpencar lah, Golkar akan gagal total ketika tokoh-tokohnya tidak solid," papar dia.
Selain itu, Asep juga melihat konsolidasi di internal mulai terlihat. Sikap Ade Komarudin, setelah pemilihan kemarin juga terlihat sebagai salah satu sinyal positif bagi Setya.
Namun begitu, praktik untuk konsolidasi dengan eks pendukung Akom diprediksi tidak mudah. Untuk itu, langkah dan kebijakan Setya harus bisa mengakomodir mereka.
"Bukan mustahil mereka diminamilisir di Golkar. Bukan konflik, tapi mereka bisa saja jalan sendiri di dalam partai," jelas dia.
Ia menambahkan, agar riak-riak yang berpotensi konflik itu tidak menjadi besar, baik Setya, dan tokoh-tokoh senior di partai penguasa Orde Baru harus dapat merangkul para pendukung Ade.
"Yang pasti riak-riak itu ada, tapi kalau Setya berwibawa dan tanpa bermain uang, mungkin akan lebih mulus konsolidasi dilakukan," pungkas dia. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved