Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Semarang, sebagai ibu kota Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan kekayaan sejarah dan bangunan kolonialnya, tetapi juga sebagai surga bagi para pencinta makanan. Menjelajahi kuliner Semarang merupakan agenda wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, dan Belanda menciptakan cita rasa unik yang sulit ditemukan di daerah lain. Mulai dari hidangan pembuka yang ringan, makanan berat yang kaya rempah, hingga jajanan pasar yang manis, Semarang menawarkan pengalaman gastronomi yang tak terlupakan.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi Kota Lumpia ini, penting untuk mengetahui destinasi mana saja yang menyajikan cita rasa otentik dan legendaris. Berikut adalah panduan lengkap dan terperinci mengenai rekomendasi kuliner di Semarang yang telah kami kurasi khusus untuk Anda.
Berbicara mengenai kuliner Semarang, tidak sah rasanya jika tidak menyebutkan lumpia. Salah satu gerai tertua dan paling otentik adalah Lumpia Gang Lombok. Berlokasi di dekat Klenteng Tay Kak Sie, kedai ini menawarkan lumpia dengan isian rebung (tunas bambu) yang padat, telur, dan udang. Keistimewaan lumpia di sini adalah pengolahan rebungnya yang sempurna sehingga tidak mengeluarkan aroma pesing. Disajikan dengan saus kental manis gurih, acar mentimun, dan daun bawang segar, Lumpia Gang Lombok adalah destinasi nomor satu bagi pemburu rasa orisinal.
Di kawasan Simpang Lima, terdapat satu hidangan yang selalu antre oleh pengunjung, yaitu Tahu Gimbal Pak H. Edy. Hidangan ini terdiri dari potongan tahu goreng, lontong, irisan kol, tauge, telur ceplok, dan yang paling khas adalah 'gimbal'—bakwan udang yang digoreng garing. Semua komponen tersebut disiram dengan bumbu kacang yang legit dengan sentuhan petis udang yang khas. Perpaduan tekstur renyah dari gimbal dan lembutnya tahu menciptakan sensasi rasa yang kaya di mulut.
Bagi penggemar jeroan, Nasi Goreng Babat Pak Karmin yang terletak di dekat Jembatan Mberok adalah legenda hidup sejak tahun 1971. Nasi goreng di sini dimasak dengan bumbu gongso yang pedas dan manis, menggunakan babat yang telah direbus lama hingga sangat empuk. Selain nasi goreng, menu Babat Gongso-nya juga menjadi favorit untuk disantap dengan nasi putih hangat. Kunci kelezatannya terletak pada teknik memasak tradisional yang mempertahankan aroma smoky yang kuat.
Berdiri sejak tahun 1950-an, Soto Bangkong telah menjadi salah satu ikon kuliner di Semarang. Nama 'Bangkong' diambil dari nama jalan tempat kedai ini pertama kali berdiri (sekarang Jalan Brigjen Katamso). Soto ini memiliki kuah bening kecokelatan yang segar dengan isian bihun, tauge, irisan daging ayam, dan taburan bawang goreng serta seledri. Pengunjung biasanya menyantap soto ini dengan pelengkap seperti sate kerang, sate telur puyuh, perkedel, dan tempe goreng yang tersaji di meja.
Jika Anda mencari kuliner yang sederhana namun menggugah selera, Mie Kopyok Pak Dhuwur adalah jawabannya. Kuliner ini berisi mie kuning, lontong, irisan tahu pong, dan tauge yang disiram dengan kuah bawang putih yang gurih. Ciri khasnya adalah tambahan kerupuk gendar (kerupuk nasi) yang diremukkan di atasnya. Hidangan ini sangat cocok dinikmati sebagai menu makan siang karena rasanya yang ringan namun mengenyangkan.
Bagi pencinta masakan dengan cita rasa asam, manis, dan segar, Asem-Asem Koh Liem adalah destinasi wajib. Rumah makan yang sudah beroperasi puluhan tahun ini menyajikan daging sapi yang dipotong dadu dan dimasak dalam kuah asam yang kaya akan belimbing wuluh dan tomat hijau. Rasa kuahnya sangat menyegarkan, cocok untuk menetralisir cuaca Semarang yang cenderung panas.
Kuliner Semarang juga memiliki menu bagi para pencinta pedas ekstrem, yaitu Mangut Kepala Manyung Bu Fat. Ikan manyung adalah ikan laut yang diasap, memberikan aroma khas yang sedap. Kepala ikan manyung berukuran besar dimasak dalam kuah santan berbumbu mangut yang sangat pedas dengan cabai rawit utuh. Sensasi menyedot daging-daging yang terselip di antara tulang kepala ikan memberikan kenikmatan tersendiri bagi para penikmatnya.
Sekilas mirip dengan Nasi Liwet Solo, namun Nasi Ayam Semarang memiliki karakteristik kuah opor yang lebih ringan dan penggunaan sayur labu siam yang manis pedas. Nasi Ayam Bu Wido di kawasan Kemuning adalah salah satu yang paling populer. Satu porsi nasi gurih disajikan dengan suwiran ayam, telur pindang, tahu bacem, sayur labu, dan krecek, lalu disiram kuah opor kuning. Rasanya merupakan perpaduan harmonis antara gurih santan dan manisnya bumbu Jawa.
Di malam hari, cobalah mencari gerobak Pisang Plenet. Kata 'plenet' dalam bahasa Jawa berarti dipipihkan. Pisang kepok dibakar di atas arang, kemudian dipipihkan dan diberi berbagai topping seperti cokelat, keju, gula halus, atau selai nanas. Aroma bakaran arang pada pisang memberikan cita rasa nostalgia yang sulit ditemukan di jajanan modern.
Untuk melepas dahaga, Es Puter Cong Lik adalah legenda kuliner malam di Semarang. Es puter tradisional ini dibuat tanpa santan instan, melainkan santan asli yang memberikan rasa gurih alami. Tersedia berbagai varian rasa seperti kelapa muda, durian, cokelat, dan alpukat. Nama 'Cong Lik' sendiri konon berasal dari sebutan 'Kacung Cilik' (pembantu kecil), julukan sang pendiri saat memulai usahanya.
Berbeda dengan kue leker pada umumnya yang tipis dan renyah, Lekker Paimo di depan SMA Kolese Loyola menawarkan variasi leker dengan isian yang melimpah, bahkan ada yang menggunakan isian asin seperti telur, sosis, tuna, dan keju mozzarella. Antrean di tempat ini bisa sangat panjang, membuktikan kepopuleran inovasi jajanan sekolah yang naik kelas ini.
Semarang adalah kota pesisir yang terkenal dengan budidaya ikan bandeng. Bandeng Juwana Elrina adalah pusat oleh-oleh yang menyediakan olahan bandeng duri lunak (presto). Selain bandeng presto, tempat ini juga menyediakan bandeng asap, bandeng dalam sangkar, hingga otak-otak bandeng yang siap dibawa pulang sebagai buah tangan.
Meskipun aslinya berasal dari Babat, Lamongan, wingko telah menjadi identitas kuliner Semarang. Wingko Babat Cap Kereta Api adalah merek tertua yang paling dicari. Terbuat dari kelapa muda, tepung ketan, dan gula, kue ini memiliki tekstur kenyal dengan rasa manis gurih yang pas. Kemasannya yang klasik juga menambah nilai historis dari oleh-oleh ini.
Roti dengan nama unik ini merupakan roti klasik khas Semarang. Dinamakan Ganjel Rel karena bentuk dan teksturnya yang padat serta berwarna cokelat menyerupai bantalan rel kereta api. Roti ini kaya akan rempah kayu manis dan ditaburi wijen di atasnya. Roti ini dikenal baik untuk pencernaan karena teksturnya yang berserat tinggi.
Menutup petualangan kuliner, hangatkan tubuh dengan Wedang Tahu. Minuman ini terdiri dari kembang tahu yang terbuat dari sari kedelai yang lembut seperti sutra, disajikan dengan kuah jahe hangat yang manis. Wedang Tahu Pak Pardi adalah salah satu penjual yang masih bertahan menjajakan kuliner peranakan ini dengan rasa yang konsisten.
Semarang memang menawarkan petualangan rasa yang tidak ada habisnya. Dari hidangan kaki lima hingga restoran legendaris, setiap sudut kota ini menyimpan cerita rasa yang menunggu untuk dicicipi. Pastikan Anda meluangkan waktu cukup panjang untuk mengeksplorasi kekayaan kuliner Semarang saat berkunjung ke Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved