Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar atau pusat kebudayaan Jawa, tetapi juga sebagai destinasi utama bagi para pencinta makanan. Menjelajahi kuliner Jogja adalah agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Daerah Istimewa ini. Dari hidangan manis yang legendaris hingga masakan pedas yang menantang lidah, Yogyakarta menawarkan spektrum rasa yang luar biasa dengan harga yang relatif terjangkau.
Kekayaan cita rasa di Yogyakarta terbentuk dari akulturasi budaya dan sejarah panjang yang melingkupinya. Bagi wisatawan, memilih tempat makan bisa menjadi hal yang membingungkan karena banyaknya pilihan yang tersedia. Berikut adalah kurasi lengkap rekomendasi tempat makan legendaris dan kekinian di Yogyakarta yang dirangkum khusus untuk pembaca Media Indonesia.
Berbicara mengenai Yogyakarta, tidak mungkin melewatkan Gudeg. Salah satu pelopor gudeg kering yang paling terkenal adalah Gudeg Yu Djum. Berbeda dengan gudeg basah, gudeg kering memiliki daya tahan yang lebih lama sehingga sering dijadikan oleh-oleh.
Ciri khas Gudeg Yu Djum terletak pada nangka muda (gori) yang dimasak dengan gula jawa asli dan santan kental hingga berwarna cokelat kemerahan yang pekat. Sajian ini biasanya dilengkapi dengan krecek pedas, telur pindang, ayam kampung opor, dan tahu tempe bacem. Perpaduan rasa manis yang dominan dengan gurihnya areh (santan kental) menciptakan harmoni rasa yang otentik.
Jika Anda bergerak ke arah selatan, tepatnya di kawasan Bantul, Anda wajib mencicipi Sate Klatak Pak Pong. Kuliner ini unik karena tidak menggunakan tusuk sate dari bambu, melainkan menggunakan jeruji besi sepeda. Penggunaan besi ini bukan tanpa alasan; besi merupakan penghantar panas yang baik sehingga daging kambing dapat matang sempurna hingga ke bagian dalam.
Berbeda dengan sate kambing pada umumnya yang menggunakan bumbu kecap atau kacang, Sate Klatak hanya dibumbui dengan garam dan lada, kemudian disajikan dengan kuah gulai yang kaya rempah. Kesederhanaan bumbu inilah yang justru menonjolkan rasa asli daging kambing muda yang juicy dan tidak berbau prengus.
Bagi pencinta masakan pedas dan asap, Mangut Lele Mbah Marto di kawasan Sewon, Bantul, adalah destinasi kuliner yang menawarkan pengalaman unik. Di sini, pengunjung dipersilakan untuk mengambil makanan langsung di pawon (dapur) tradisional yang masih menggunakan kayu bakar.
Lele yang disajikan telah diasap terlebih dahulu sehingga memiliki aroma smoky yang khas, kemudian dimasak dalam kuah santan pedas berwarna kemerahan. Tekstur lele yang padat berpadu dengan kuah mangut yang nendang menjadikan tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun warga lokal, meskipun lokasinya cukup tersembunyi di tengah perkampungan.
Kuliner malam di Jogja identik dengan Bakmi Jawa. Salah satu yang paling populer dengan konsep tempat yang unik adalah Bakmi Jowo Mbah Gito. Interior restoran ini didominasi oleh kayu dan ornamen tradisional Jawa, menciptakan suasana hangat dan nostalgia.
Menu andalannya adalah bakmi godog (rebus) dan bakmi goreng yang dimasak satu per satu menggunakan anglo (tungku arang). Penggunaan telur bebek dan ayam kampung membuat kuahnya terasa sangat gurih dan kental (nyemek). Jangan lupa memesan teh poci gula batu untuk melengkapi santapan malam Anda di sini.
Bagi Anda yang mengaku penggemar pedas, Oseng Mercon Bu Narti adalah tantangan yang harus ditaklukkan. Berlokasi di Jalan KH. Ahmad Dahlan, warung tenda ini menyajikan olahan kikil, gajih, tulang muda, dan daging sapi yang dimasak dengan cabai rawit dalam jumlah fantastis.
Istilah "mercon" digunakan karena sensasi pedasnya yang meledak di mulut. Kuliner ini sangat cocok dinikmati dengan nasi putih hangat di malam hari. Rasa pedas yang menyengat namun bikin nagih membuat tempat ini menjadi legenda kuliner malam Yogyakarta sejak tahun 1998.
Belum lengkap rasanya ke Jogja tanpa duduk lesehan di angkringan. Angkringan Lik Man di dekat Stasiun Tugu adalah pelopor menu Kopi Joss, yaitu kopi hitam panas yang dimasukkan arang membara ke dalamnya. Bunyi "joss" saat arang menyentuh cairan kopi menjadi asal-usul nama minuman ini.
Selain kopi, Anda bisa menikmati aneka nasi kucing (sego kucing) dengan berbagai lauk pauk sederhana seperti sate usus, sate telur puyuh, dan gorengan. Suasana kekeluargaan dan harga yang sangat merakyat menjadikan angkringan sebagai tempat bersosialisasi terbaik di Yogyakarta.
Jika mencari tempat makan yang menyajikan menu tradisional dengan presentasi unik dan suasana yang sangat "Njawani", The House of Raminten di Kotabaru adalah jawabannya. Pelayan di sini mengenakan pakaian adat Jawa lengkap, dan aroma dupa seringkali tercium memberikan nuansa mistis namun eksotis.
Menu yang disajikan sangat beragam, mulai dari nasi kucing yang dikemas mewah, ayam koteka, hingga es krim bakar. Tempat ini buka 24 jam, menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang mencari kuliner di jam-jam yang tidak biasa.
Bergeser ke kuliner yang lebih modern namun tetap dengan cita rasa lokal yang kuat, ada Sate Ratu. Tempat ini telah memenangkan berbagai penghargaan kuliner dan menjadi favorit wisatawan mancanegara. Menu andalannya adalah Sate Ayam Merah yang dimasak tanpa bumbu kacang maupun kecap.
Daging ayam dimarinasi dengan bumbu merah racikan khusus yang meresap sempurna, kemudian dibakar hingga matang. Rasanya cenderung pedas manis dan gurih. Potongan dagingnya yang besar dan juicy membuat Sate Ratu berbeda dari sate ayam pada umumnya di Yogyakarta.
Untuk menu sarapan, Anda bisa mencoba jajanan pasar legendaris yang pernah didatangi oleh aktor Korea Lee Seung-gi, yaitu Lupis Mbah Satinem. Berjualan di depan ruko di Jalan Bumijo, Mbah Satinem menyajikan lupis, gatot, tiwul, dan cenil dengan siraman juruh (gula merah cair) dan parutan kelapa.
Tekstur lupis yang kenyal dan legitnya gula merah murni memberikan energi yang cukup untuk memulai hari. Pastikan Anda datang pagi-pagi sekali, karena antrean di sini bisa sangat panjang bahkan sebelum lapak dibuka.
Agar pengalaman berburu kuliner Anda lebih maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
Yogyakarta selalu memiliki cara untuk memanjakan lidah para pengunjungnya. Dari rasa manis gudeg hingga pedasnya oseng mercon, kuliner Jogja menawarkan petualangan rasa yang tak terlupakan. Selamat menikmati kelezatan Kota Gudeg!
Temukan 25 oleh-oleh khas Yogyakarta, dari bakpia legendaris hingga kerajinan batik unik. Cocok untuk buah tangan liburan!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved