Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Edukasi Anak tentang prosedur MRI dengan Pembelajaran Berbasis Permainan

Media Indonesia
26/2/2026 22:07
Edukasi Anak tentang prosedur MRI dengan Pembelajaran Berbasis Permainan
Ilustrasi(Dok Istimewa)


ASEAN Foundation menutup rangkaian program regional “CALM MRI – Fear to Confidence: Learning through Play with LEGO MRI Kits Programme” dengan menggelar forum CALM MRI Learn and Play Day 3.0 di Jakarta, Kamis (26/2). Kegiatan ini menjadi ajang pemaparan hasil program yang bertujuan membantu anak-anak memahami prosedur Magnetic Resonance Imaging (MRI) melalui pendekatan pembelajaran berbasis permainan.

Forum tersebut mempertemukan mitra pelaksana, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan dari Indonesia dan Singapura. Selain penyampaian laporan akhir program, acara juga diisi diskusi panel yang membahas pengalaman pelaksanaan serta dampak pendekatan edukasi berbasis permainan dalam layanan kesehatan anak.

Dalam sambutannya, Syed Edwan menekankan bahwa program ini menghadirkan dampak nyata bagi anak-anak. “Data ini penting. Namun dampak di baliknya jauh lebih bermakna,” kata Syed Edwan, merujuk pada keberhasilan program dalam membantu anak-anak mengatasi kecemasan menghadapi prosedur medis.

Dr Sonya Anderson menyebut program ini sebagai wujud nyata kerja sama lintas batas. “Kami bangga menghadirkan misi yang melampaui batas negara: menghadirkan kenyamanan, menginspirasi pembelajaran, dan membangun ketahanan emosional anak-anak yang menjalani prosedur medis,” ujarnya.

Sementara itu, Ardi Hendharto mengatakan program ini membuka pendekatan baru dalam membantu anak-anak menghadapi prosedur medis. Melalui pembelajaran berbasis permainan, anak-anak dapat memahami prosedur MRI dengan cara yang lebih ramah dan membangun rasa percaya diri mereka.

Diskusi yang menghadirkan Tyas Amalia, Sarah Rauzana, dr. Asiyah Nida Khafiyya,  serta wakil presiden Asisten United Way Mumbai, berlangsung hangat dan meriah. Pada panel yang dimoderatori Mahmudi Yusbi, head of strategic planning and business development ASEAN Foundation tersebut para panelis berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan program di lapangan, termasuk bagaimana model LEGO MRI digunakan untuk membantu anak-anak memahami prosedur medis yang sebelumnya terasa menakutkan di Indonesia, Singapura dan India.

Program CALM MRI merupakan kolaborasi ASEAN Foundation, United Way Worldwide, dan LEGO Group. Sejak Agustus 2025 hingga Januari 2026, sebanyak 648 set LEGO MRI scanner telah didistribusikan kepada delapan mitra pelaksana di Indonesia dan satu di Singapura. Program ini juga melibatkan lebih dari 20 rumah sakit, institusi pendidikan kesehatan, dan lembaga anak, serta menjangkau lebih dari 1.000 anak dan keluarga melalui lebih dari 50 sesi edukasi.

Dalam pemaparan laporan program, ASEAN Foundation menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran melalui permainan membantu meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap prosedur MRI. Sejumlah mitra pelaksana melaporkan perubahan sikap anak, dari yang sebelumnya menunjukkan kecemasan menjadi lebih siap dan kooperatif setelah mengikuti sesi edukasi menggunakan model LEGO MRI.

Tenaga kesehatan yang terlibat dalam program juga mencatat bahwa anak-anak yang telah mengikuti sesi edukasi cenderung lebih mudah menjalani pemeriksaan. Selain itu, sesi interaktif tersebut membantu memperkuat komunikasi antara tenaga medis, anak, dan orang tua dalam mempersiapkan prosedur medis. Tenaga kesehatan yang terlibat dalam program juga mencatat bahwa anak-anak yang telah mengikuti sesi edukasi cenderung lebih mudah menjalani pemeriksaan. 

Selain itu, sesi interaktif tersebut membantu memperkuat komunikasi antara tenaga medis, anak, dan orang tua dalam mempersiapkan prosedur medis. Lebih lanjut, tim ASEAN Foundation menemukan adanya penurunan persentase kebutuhan anestesi pada anak yang telah mengikuti sesi pembelajaran menggunakan LEGO MRI Scanner. Edukasi melalui pendekatan bermain sambil belajar ini dinilai membantu anak memahami proses pemeriksaan secara lebih menyeluruh, sehingga mereka merasa lebih tenang, kooperatif, dan percaya diri saat menjalani prosedur MRI.

Acara CALM MRI Learn and Play Day 3.0 dihadiri hampir seratus peserta, terdiri dari mitra pelaksana, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, serta undangan lainnya. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan terakhir setelah sebelumnya digelar CALM MRI Learn and Play Day 1.0 pada Agustus 2025 di Sekretariat ASEAN di Jakarta dan Learn and Play Day 2.0 pada November 2025 di Singapura. Diskusi yang berlangsung juga menyoroti pentingnya pendekatan yang berpusat pada anak dalam layanan kesehatan, serta peluang untuk mengembangkan metode edukasi serupa di masa depan.

Program CALM MRI sendiri merupakan bagian dari inisiatif regional di kawasan Indo-Pasifik, dengan total distribusi lebih dari 1.000 set LEGO MRI scanner. Untuk Indonesia dan Singapura, masing-masing memperoleh 324 set.

Melalui forum ini, ASEAN Foundation menegaskan pentingnya pendekatan edukatif yang membantu anak-anak memahami prosedur medis secara lebih baik, sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan yang lebih ramah anak.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya