Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANG tua sering kali menghadapi kesulitan saat membujuk anak untuk mengonsumsi makanan berserat. Padahal, kecukupan serat sangat krusial bagi kesehatan pencernaan anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Salah satu sumber serat alami yang kini mulai populer diperkenalkan kepada anak-anak adalah rumput laut.
Rumput laut bukan sekadar bahan pelengkap makanan, melainkan sumber kekayaan alam Indonesia yang memiliki manfaat kesehatan yang nyata. Kandungan serat larut di dalamnya berperan penting dalam menjaga kelancaran sistem pencernaan dan mencegah sembelit pada anak. Selain manfaat fungsionalnya, pengenalan nutrisi ini menjadi penting agar anak memahami bahwa makanan yang mereka konsumsi memiliki dampak bagi tubuh.
David Hinjaya, Direktur Marketing, menekankan bahwa edukasi nutrisi harus melampaui sekadar soal rasa.
"Anak-anak diajak belajar bahwa Nutrijell berasal dari rumput laut yang kaya serat. Ini bertujuan membangun pemahaman bahwa makanan tidak hanya soal rasa, tetapi juga manfaat untuk tubuh," ujar David pada Opening Ceremony House of Jelly di Kidzania Pasific Place (24/1).
Menginstruksikan anak untuk makan sehat sering kali berujung pada penolakan jika mereka tidak memahami apa yang mereka konsumsi. Pakar pemasaran dan edukasi menyarankan pendekatan experiential learning, di mana anak dilibatkan langsung dalam mengenal asal-usul bahan makanan. Dengan melihat, menyentuh, dan mengolah bahan seperti rumput laut menjadi dessert, hambatan psikologis anak terhadap makanan tertentu dapat berkurang.
Helen Lie, Senior Brand Manager, menjelaskan bahwa pengenalan bahan baku secara menyenangkan dapat mengubah perspektif anak terhadap makanan sehat.
"Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi mereka juga akan belajar mengenai rumput laut dan juga manfaatnya bagi pencernaan anak-anak dan juga konsumennya. Harapannya, mereka sudah tahu kalau jelly itu enak, kenyal, dan sehat karena mereka menyentuh langsung makanannya serta mencium aromanya."
Melibatkan anak dalam proses pembuatan makanan, seperti menghias jelly dengan berbagai topping buah atau serat tambahan, dapat memicu rasa bangga dan keinginan untuk mencicipi hasil karya mereka sendiri. Aktivitas hands-on ini terbukti lebih efektif dibandingkan hanya memberikan penjelasan verbal tentang gizi.
Melalui pemahaman yang kuat mengenai asal-usul bahan pangan, anak tidak lagi hanya menjadi konsumen pasif. Mereka mulai belajar memilih makanan berdasarkan nilai gizinya. Pada akhirnya, mengenalkan serat sejak dini melalui media yang menyenangkan adalah investasi jangka panjang untuk pola hidup sehat anak di masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved