Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Arti HTS dalam Bahasa Gaul: Tanda, Dampak, dan Cara Menyikapinya

Thalatie K Yani
12/12/2025 13:28
Arti HTS dalam Bahasa Gaul: Tanda, Dampak, dan Cara Menyikapinya
Ilustrasi(freepik)

Dalam dinamika percintaan modern, istilah-istilah baru terus bermunculan seiring dengan berkembangnya pola interaksi sosial di kalangan generasi muda. Salah satu istilah yang paling populer dan sering menjadi perbincangan di media sosial adalah HTS. Banyak orang mencari tahu arti HTS karena merasa terjebak dalam situasi yang membingungkan ini. HTS merupakan akronim dari Hubungan Tanpa Status, sebuah kondisi di mana dua orang menjalin kedekatan emosional layaknya sepasang kekasih, namun tidak ada komitmen resmi atau label 'pacaran' yang mengikat keduanya.

Fenomena HTS ini sering kali dianggap sebagai solusi bagi mereka yang ingin merasakan indahnya memiliki pasangan namun enggan terikat dengan tanggung jawab atau komitmen jangka panjang. Meskipun terdengar santai dan fleksibel, hubungan jenis ini sering kali membawa dampak psikologis yang cukup kompleks. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai definisi, ciri-ciri, hingga dampak dari menjalani hubungan tanpa status agar Anda dapat mengambil keputusan yang bijak dalam kehidupan asmara.

Memahami Lebih Dalam Arti HTS

Secara harfiah, arti HTS adalah hubungan yang terjalin antara laki-laki dan perempuan (atau pasangan) yang melibatkan perasaan cinta, perhatian, dan aktivitas layaknya orang berpacaran, tetapi tanpa adanya deklarasi resmi. Dalam konteks ini, tidak ada tanggal jadian, tidak ada pembicaraan serius mengenai masa depan hubungan, dan sering kali tidak ada batasan yang jelas mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Kondisi ini berbeda dengan pertemanan biasa. Dalam pertemanan, jarang ada keterlibatan emosional romantis yang mendalam atau kecemburuan. Sedangkan dalam HTS, unsur-unsur romansa tersebut hadir dengan kuat. Seseorang mungkin merasa memiliki hak untuk cemburu, menuntut perhatian, atau menghabiskan waktu bersama secara intens, namun di sisi lain sadar bahwa mereka tidak memiliki 'legalitas' untuk menuntut kesetiaan penuh.

Ciri-Ciri Anda Terjebak dalam HTS

Sering kali seseorang tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dalam zona HTS hingga perasaan sakit hati atau kebingungan muncul. Berikut adalah beberapa ciri-ciri umum dari Hubungan Tanpa Status yang perlu diwaspadai:

  • Komunikasi Intens Namun Ambigu: Anda dan dia berkomunikasi setiap hari, mengucapkan selamat pagi hingga selamat tidur, memberikan perhatian manis, namun tidak pernah membicarakan ke arah mana hubungan ini akan bermuara.
  • Perlakuan Layaknya Pacar: Aktivitas seperti nonton bioskop, makan malam romantis, hingga bergandengan tangan sering dilakukan. Orang luar mungkin mengira Anda berpacaran, padahal kenyataannya tidak ada status yang jelas.
  • Enggan Membahas Komitmen: Setiap kali pembicaraan mengarah pada status hubungan atau komitmen, salah satu pihak akan mencoba mengalihkan topik, menghindar, atau memberikan alasan klise seperti "jalani saja dulu".
  • Cemburu Tanpa Hak: Timbul perasaan cemburu ketika dia dekat dengan orang lain, namun Anda merasa tidak berhak untuk marah atau melarang karena sadar bahwa Anda "bukan siapa-siapanya" secara resmi.
  • Tidak Dikenalkan ke Lingkaran Terdekat: Pasangan HTS cenderung menyembunyikan hubungan ini dari keluarga atau teman dekat. Anda mungkin hanya dikenal sebagai "teman" di depan orang lain.

Mengapa Seseorang Memilih HTS?

Ada berbagai alasan psikologis mengapa seseorang memilih untuk menjalani hubungan tanpa status. Memahami alasan ini penting untuk mengetahui posisi Anda:

  1. Trauma Masa Lalu: Seseorang yang pernah mengalami kegagalan hubungan yang menyakitkan mungkin merasa takut untuk kembali berkomitmen secara resmi, sehingga memilih HTS sebagai zona aman.
  2. Fokus pada Prioritas Lain: Kesibukan karir atau pendidikan sering menjadi alasan seseorang enggan terikat status pacaran yang dianggap menyita waktu dan emosi, namun tetap membutuhkan teman berbagi kasih sayang.
  3. Belum Yakin Sepenuhnya: HTS sering dijadikan masa percobaan (trial) untuk melihat kecocokan sebelum benar-benar memutuskan untuk berpacaran resmi.
  4. Ingin Bebas: Beberapa orang menikmati kebebasan untuk dekat dengan siapa saja tanpa terikat aturan setia pada satu pasangan.

Dampak Negatif HTS bagi Kesehatan Mental

Meskipun terlihat menyenangkan di awal, arti HTS yang sesungguhnya sering kali berujung pada kerugian emosional, terutama bagi pihak yang memiliki perasaan lebih dalam. Berikut adalah dampak negatif yang sering terjadi:

1. Ketidakpastian yang Menyiksa

Hidup dalam ketidakpastian dapat memicu kecemasan (anxiety). Anda akan terus bertanya-tanya mengenai posisi Anda di hidupnya, apakah Anda satu-satunya, atau hanya salah satu dari sekian banyak pilihan.

2. Sulit Menuntut Hak

Ketika terjadi konflik atau ketika pasangan HTS Anda menghilang tanpa kabar (ghosting), Anda tidak memiliki landasan kuat untuk menuntut penjelasan. Hal ini sering kali memicu perasaan tidak berharga dan menurunkan rasa percaya diri.

3. Menghambat Jodoh yang Sebenarnya

Terjebak dalam HTS membuat Anda menutup diri dari peluang untuk bertemu orang lain yang benar-benar serius menginginkan komitmen. Waktu dan energi Anda habis untuk seseorang yang tidak memberikan kepastian masa depan.

Perbedaan HTS dan FWB

Istilah HTS sering disamakan dengan FWB (Friends with Benefits), padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. FWB biasanya lebih menekankan pada hubungan fisik atau seksual tanpa melibatkan perasaan romantis atau emosional yang mendalam. Para pelaku FWB umumnya sepakat sejak awal bahwa hubungan mereka hanya untuk kesenangan fisik semata.

Sebaliknya, HTS sangat melibatkan perasaan (baper). Ada unsur kasih sayang, perhatian, dan harapan akan hubungan yang lebih serius, namun terhalang oleh ketidaksiapan komitmen. Oleh karena itu, rasa sakit hati dalam HTS cenderung lebih besar dibandingkan FWB.

Cara Menyikapi dan Keluar dari Jebakan HTS

Jika Anda merasa lelah dengan ketidakpastian dan ingin memperjelas arti HTS yang sedang Anda jalani, berikut langkah-langkah yang dapat diambil:

  • Komunikasikan Perasaan: Beranikan diri untuk bertanya mengenai kejelasan hubungan. Tanyakan "Kita ini sebenarnya apa?" atau "Mau dibawa ke mana hubungan ini?". Jawaban yang jujur akan menyelamatkan waktu Anda.
  • Tetapkan Batasan (Boundaries): Jika dia belum mau berkomitmen, kurangi intensitas perhatian dan perlakuan istimewa layaknya pacar. Jangan berikan "suami/istri privileges" kepada orang yang hanya memberikan status teman.
  • Siapkan Diri untuk Kemungkinan Terburuk: Meminta kejelasan berisiko membuat hubungan berakhir jika dia memang tidak berniat serius. Namun, hal ini jauh lebih baik daripada membuang waktu dalam ketidakpastian.
  • Cintai Diri Sendiri: Sadari bahwa Anda berhak mendapatkan seseorang yang bangga memiliki Anda dan berani berkomitmen secara terbuka. Jangan menurunkan standar hanya karena takut kesepian.

Kesimpulannya, memahami arti HTS bukan hanya soal mengetahui kepanjangan dari akronim tersebut, melainkan memahami risiko emosional yang menyertainya. Hubungan yang sehat seharusnya memberikan rasa aman, kepastian, dan kebahagiaan bagi kedua belah pihak, bukan kebingungan yang berkepanjangan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya