Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Hadirkan Teknologi Face Ratio untuk Bawa Personalisasi Makeup ke Level Baru

Naufal Zuhdi
11/12/2025 21:25
Hadirkan Teknologi Face Ratio untuk Bawa Personalisasi Makeup ke Level Baru
Ilustrasi(Dok Make Over)

TRANSFORMASI industri kecantikan terus bergerak ke arah personalisasi. Tren ini kini semakin kuat setelah Make Over memperkenalkan MASTERSHADE ARCHI/TECH, sebuah inovasi terbaru yang menggabungkan kecanggihan teknologi berbasis AI dengan ketelitian artistry dari profesional makeup artist (MUA). 

Diluncurkan bertepatan dengan perayaan 15 tahun perjalanan Make Over di Indonesia, experience terbaru ini berlangsung pada 8–14 Desember 2025 di Spac8 ASHTA, Jakarta. Acara ini menghadirkan sesi FACE ARCHI/TECH, konsultasi bersama lebih dari 30 MUA profesional, hingga thematic beauty experience yang dirancang sebagai ruang eksplorasi diri bagi para pengunjung. 

Inovasi ARCHI/TECH merupakan langkah lanjutan dari program MASTERSHADE yang sebelumnya membantu pengguna menemukan shade complexion sesuai kulit mereka. Tahun ini, Make Over membawa konsep personalisasi dengan menghadirkan teknologi face ratio mapping, teknologi pertama di industri kecantikan yang memungkinkan pengguna memahami struktur wajah mereka secara lebih presisi: mulai dari bentuk wajah, eye shape, lip shape, hingga proporsi fiturwajah lainnya.

“Menemukan shade adalah langkah awal. Personalisation berikutnya adalah mengenali face ratio sendiri agar makeup placement lebih akurat dan relevan untuk tiap individu,” jelas Masstige and Advanced Beauty Marketing Senior Group Head ParagonCorp Stephanie Lie dikutip dari siaran pers yang diterima, Kamis (11/12).

Teknologi FACE ARCHI/TECH memadukan kompleksitas Complexion & Color Finder dengan teknologi AI yang memetakan area wajah secara detail. Hasilnya, pengguna dapat memperoleh rekomendasi makeup placement yang tepat untuk menghasilkan tampilan yang paling “mengangkat” karakter mereka. 

Selain itu, Make Over juga memperkenalkan delapan signature looks yang bisa dieksplorasi, mulai dari Clean Girl, Korean, Igari, Latina, Thai, Douyin, Y2K, hingga Editorial yang dikembangkan bersama para profesional MUA seperti Dhirman Putra, Sissy Sosro, Elice Tamara, dan Fauzia Hanum. 

Bagi para MUA, pendekatan baru ini menjadi terobosan penting. Sissy Sosro mengungkapkan bahwa Face Archi/Tech membantu memvalidasi intuisi profesional saat membaca struktur wajah klien.

“Biasanya MUA melakukan scanning by feeling. Teknologi ini memberi validasi sehingga aku bisa menentukan fitur mana yang perlu di-lift, di-soften, atau di-define,” ujarnya. 

Sementara itu, Public figure dan beauty enthusiast Satine Zaneta yang mencoba langsung layanan FACE ARCHI/TECH pun mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai struktur wajahnya.

“Aku baru sadar shape wajahku heart, bukan square seperti yang kukira. Dari situ aku jadi tahu pentingnya makeup placement,” tandasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya