Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

AS dan Rusia Siap Bendung Dana IS

(AFP/Pra/I-3)
03/12/2015 00:00
AS dan Rusia Siap Bendung Dana IS
(AFP PHOTO / STR)
RESOLUSI baru yang bertujuan menguatkan upaya dunia dalam menghancurkan kelompok ekstremis Islamic State (IS) kembali diusulkan. Kali ini, Amerika Serikat (AS) dan Rusia turut ambil bagian dalam rancangan tersebut. "Resolusi yang tengah dibuat akan mengonsolidasikan dan me-nguatkan upaya Dewan Keamanan (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk menghentikan aliran dana ke IS," ujar utusan AS untuk PBB, Samantha Power, Selasa (2/12). Power mengatakan akan ada langkah-langkah baru untuk membuat sanksi kepada mereka yang memberikan bantuan kepada kelompok radikal itu. Usulan tersebut merupakan lanjutan dari rancangan sebelumnya dalam upaya untuk menghentikan penyelundupan minyak dan barang antik yang dilakukan IS.

Penjualan minyak ilegal dan penyelundupan barang-barang antik dari wilayah Suriah tersebut telah memberikan dana yang bernilai jutaan dolar Amerika kepada kelompok IS. Secara terpisah, utusan Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, mengatakan kepada para wartawan bahwa pihaknya tengah membahas rancangan tentang bagaimana menghentikan aliran dana ke pundi-pundi IS. AS, menurut Power, telah pula memiliki pandangan serupa dengan yang digagas Rusia. "Kami ingin mencoba apakah usulan ini bisa jalan bersama," tutur Power.
"Di sini, kami punya tujuan yang sama."

Sebelumnya, pada Senin (30/11), Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Turki menembak pesawat militer milik 'Negeri Beruang Merah' untuk melindungi pengiriman minyak IS dari wilayah Suriah menuju wilayah Turki. "Kami punya informasi yang kuat bahwa minyak ini, yang dihasilkan di wilayah-wilayah yang dikuasai IS dan organisasi teroris lainnya, diangkut dalam skala industri ke Turki," ujar Putin di sela Pertemuan Puncak Perubahan Iklim COP21 di Paris, Prancis. Saat menanggapi Rusia, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan ia siap mundur dari jabatannya jika tuduhan Putin benar-benar bisa dibuktikan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya