Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMBAKAN meriam terdengar di seluruh penjuru Pelabuhan Valletta. Seremonial itu mengiringi akhir perjalanan Ratu Elizabeth II di Malta, negara di Laut Mediterania.
Dengan menggunakan Maryanne, perahu tradisional yang dibuat pada 1954, sang ratu bersama sang suami Duke of Edinburgh, Pangeran Philip, Sabtu (28/11), berlayar menjauh dari daratan berpenduduk sekitar 450 ribu jiwa itu menuju kapal perang HMS Bulwark.
Di atas perahu yang berbalut warna merah, kuning, dan hijau, penuh emosi, Ratu Elizabeth mengangkat topinya ke udara sebagai ucapan perpisahan kepada sebuah tempat yang memberikan banyak kenangan.
Malta menyimpan banyak kisah bagi ratu monarki konstitusional. Elizabeth II pernah menghabiskan waktu antara 1949 dan 1951. Saat itu Elizabeth II masih berstatus sang putri dan tengah berbulan madu bersama Philip.
Kala itu Philip menjabat sebagai perwira Angkatan Laut Royal Navy yang ditugaskan di wilayah tersebut.
"Mengunjungi Malta selalu spesial bagi saya. Saya ingat masa-masa indah di negara ini bersama Pangeran Philip," ujar Ratu dalam pidato perpisahannya.
Malta juga menjadi saksi perayaan ulang tahun pernikahan ke-60 sang pasangan kerajaan itu pada 2007.
"Saat kedua kalinya kami datang, kami benar-benar kagum atas kemajuan di sini," lanjut perempuan yang memiliki nama lengkap Elizabeth Alexandra Mary itu.
Ratu Elizabeth II tiba di Malta pada Kamis (26/11) untuk memimpin pertemuan puncak Commonwealth yang diselenggarakan setiap dua tahun.
Menurutnya, negara-negara Commonwealth atau persemakmuran Inggris memiliki potensi untuk mengatasi perubahan iklim.
Selama tiga hari kunjungan, Ratu juga menyempatkan datang ke tempat-tempat yang menjadi lokasi istimewa di masa mudanya, seperti Istana Kepresidenan Malta San Anton dan pusat warisan budaya Malta.
Frank Attard, 87, mantan fotografer surat kabar lokal, mengatakan semua yang Ratu lakukan di Malta ialah hal yang tidak terlupakan.
"Ketika saya memperlihatkan foto-fotonya kepadanya, dia tertawa. Dia bilang dia mengingat foto-foto itu," lanjut Attard yang seraya tersenyum lebar.
Memainkan lagu We'll See You Again, salah satu lagu paling terkenal di Inggris yang diciptakan pada 1939, band angkatan bersenjata Malta mengiringi Ratu menuju HMS Bulwark.
Diharapkan ini bukanlah kunjungan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved