Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Mohamed Trauma, Wali Kota Dituntut

MI
25/11/2015 00:00
Mohamed Trauma, Wali Kota Dituntut
(AP/LM OTERO)
KENANGAN pahit dan trauma masih dirasakan remaja yang bernama Ahmed Mohamed. Anak berusia 14 tahun itu pernah ditangkap aparat kepolisian hanya gara-gara membuat prakarya sebuah jam di Sekolah Menengah MacArthur, Irving, Texas, Amerika Seikat (AS).

Insiden diawali saat Mohamed membawa tugas prakarya ke sekolahnya. Gurunya mencurigai prakarya buatan muridnya yang muslim itu ialah sebuah bom. Selang beberapa jam, remaja keturunan Sudan itu ditangkap dan sempat diborgol. Tak hanya itu, ia juga dituduh sebagai seorang teroris.

Setelah kejadian berlatar islamofobia itu, Mohamed mendapat simpati mulai dari Presiden Barack Obama hingga pendiri jaring sosial Facebook Mark Zuckerberg. Ia pun sempat diundang Obama dan hadir di Gedung Putih.

Trauma dan rasa takut Mohamed yang berada di Qatar masih belum sirna. Kini Mohamed tengah menuntut ilmu di negera Timur Tengah setelah mendapat beasiswa dari Qatar Foundation. Orangtua Mohamed yang mengaku sangat kecewa dengan perlakuan terhadap anaknya telah mengajukan gugatan.

Pada Senin (23/11) waktu setempat, pengacara Kelly Hollingsworth yang mewakili orangtua Mohamed menuntut wali kota dan kepala kepolisian Kota Irving untuk meminta maaf. Desakan permintaan maaf juga ditujukan pihak Sekolah Menengah MacArthur. Tak hanya tuntutan maaf, keluarga Mohamed menuntut kerugian sebesar US$15 juta. Tuntutan itu diajukan dengan latar belakang trauma psikologis yang dialami Mohamed. "(Walaupun) Dukungan yang datang begitu besar dari seluruh negeri, tetap tidak dapat menghapus trauma yang didapatkan kliennya," papar Hollingsworth.

Bukan hanya trauma, nama Mohamed telah tercemar. Hollingsworth menyebutkan salah satu kesalahan pemerintah Kota Irving adalah mereka berupaya menutupi kesalahan dan kejadian yang dialami Mohamed.

Setelah mendapat simpati dan dukungan moral, Hollingsworth menegaskan pihak orangtua korban ingin mendorong tanggung jawab atas apa yang dilakukan pemerintah dan kepolisian Kota Irving. "Seolah-olah ketahanan mental Mohamed dan keluarganya membuat apa yang mereka lakukan menjadi sudah sewajarnya," ucapnya.

Tindakan yang sangat menyakitkan dan menyudutkan Mohamed dan kedua orangtuanya adalah sebuah situs yang menggabungkan gambar kepala Mohamed dengan tokoh teroris Al-Qaeda, Osama bin Laden. "Mohamed diperlakukan seperti itu jelas karena ras, agama, dan asal negaranya," ujar Hollingsworth.

Bak pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, itulah pengalaman buruk yang dialami Mohamed dan keluarganya. Mohamed yang masih trauma ditangkap polisi justru masih mendapat ancaman melalui sejumlah surat elektronik yang diterimanya, "Kesempatan keluarga Mohamed untuk tinggal dengan aman dan tenang di AS juga hilang," jelas Hollingsworth. (AFP/Andhika Prasetyo/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya